Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketebalan Buku Ini Mampu Menahan Laju Peluru (NBC News)
Dream - Seorang mahasiswa di Florida State University mengaku beruntung masih hidup. Ini setelah terjadi aksi penembakan di kampus pada Kamis pekan lalu.
Dia bukannya kebal, tapi tas ransel penuh buku yang dibawanya mampu menghentikan laju peluru yang mengarah ke arahnya.
Mahasiswa bernama Jason Derfuss adalah salah satu korban selamat penembakan brutal di kampus FSU pada Kamis pekan lalu.
Derfuss baru menyadari pelaku telah menembaknya, setelah mengetahui ada peluru berada di antara halaman buku berjudul The Oxford Context of Wyclif’s Thought yang dipinjamnya di perpustakaan
" Tak mungkin aku bisa selamat jika tidak ada buku-buku tersebut. Mereka telah menyelamatkan jiwaku," kata pemuda 21 tahun jurusan sastra ini kepada NBC News, Rabu 26 November 2014.
Derfuss bercerita saat itu dia baru meminjam buku di perpustakaan ketika mendengar suara tembakan.
" Aku tahu itu bunyi tembakan dan perlahan-lahan aku mencari sumbernya. Saat itulah muncul pelaku yang lari ke arah seorang mahasiswa dan menembaknya dua kali."
Dalam jarak sekira 50 yards dari pelaku, Derfuss langsung lari keluar ke arah mobilnya dan memanggil ayahnya yang kemudian memanggil 911.
" Saat aku sampai di rumah aku baru tahu betapa dekatnya aku dengan pelaku dan menjadi sasarannya," katanya. " Begitu membongkar isi tasku, semua buku-buku telah rontok."
Ternyata, setelah memeriksa semuanya, Derfuss dan temannya menemukan sebuah peluru di halaman paling belakang buku The Oxford Context of Wyclif’s Thought.
Derfuss tak menyangka kejadian yang hanya sekitar satu menit itu hampir merenggut nyawanya.
" Aku menangis dalam kamar karena aku sekarang mungkin sudah mati. Buku-buku itu telah menyelamatkanku dan Tuhan yang menyelamatkanku," imbuhnya.
Pelaku akhirnya ditembak polisi. Akibat kejadian tersebut, tiga mahasiswa terluka dan ratusan lainnya melarikan diri dengan penuh kepanikan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya