Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kaligrafi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Mendengar kata sihir, mungkin sebagian dari kita mengira hal ini tidak masuk akal. Apalagi di era modern dan canggih seperti sekarang.
Tetapi, kenyataan justru menunjukkan hal sebaliknya. Meski tidak bisa kita percayai, sihir memang benar-benar ada.
Sihir merupakan cara yang dipakai seseorang untuk melukai orang lain dengan bantuan setan. Biasanya menggunakan perantara berupa anggota tubuh atau benda yang identik dengan korban yang disasar, seperti rambut, kuku, atau barang kesenangannya.
Praktik sihir sudah berlangsung ribuan tahun lamanya. Tidak terkecuali di zaman Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan Rasulullah sendiri pernah menjadi target serangan sihir.
Dikutip dari NU Online, kisah ini tercantum dalam kitab hadis Imam Bukhari dan Imam Muslim yang diriwayatkan dari Asy Syaikhan. Rasulullah pernah disihir oleh seseorang bernama Labid Al Asham.
Suatu hari, Rasulullah pernah berhalusinasi mendatangi istrinya satu demi satu. Ternyata, hal itu tidak pernah terjadi.
Kepada Aisyah RA, Rasulullah mengatakan Allah telah memberikan jawaban atas pertanyaannya mengenai apa yang sedang terjadi. Jawaban itu disampaikan dua malaikat.
" Aku kedatangan dua laki-laki, salah seorang duduk di sisi kepalaku, seorang lainnya duduk di sisi kakiku," kata Rasulullah.
Salah seorang malaikat memberitahu, Rasulullah sedang terkena sihir, sedangkan pelakunya adalah Labid bin Al Asham.
Malaikat itu juga mengatakan Labid melakukan sihir menggunakan sisir dan rambut Rasulullah serta kulit mayang kurma jantan. Benda-benda itu diletakkan di dalam sumur Dzarwan.
Keesokan harinya, Rasulullah meminta Ammar bin Yasir dan beberapa sahabat untuk melihat isi sumur Dzarwam. Mereka mendapati air di sumur itu berwarna merah kecoklatan sedangkan mayangnya terlihat menyerupai kepala setan.
Satu riwayat menyebut Rasulullah meminta benda-benda itu dibiarkan tetap berada di dalam sumur dan tidak diangkat karena sudah disembuhkan Allah. Rasulullah juga tidak mau menyebar keburkan seseorang, lalu meminta sumur itu ditutup.
Riwayat lain menyebutkan benda itu diangkat dari dalam sumur lalu dibakar. Kemudian muncul tali dengan 11 simpul yang sulit dibuka.
Ketika itu, turun wahyu berupa Surat Al Falaq dan An Nas. Setiap kali Rasulullah selesai membaca dua surat itu, satu simpul terbuka. Rasulullah terus membacanya hingga semua simpul terurai.
Sejak saat itu, Rasulullah selalu membaca dua surat tersebut yang dikenal dengan muawwidzatain sebelum tidur. Surat tersebut untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti sihir.
Pun ketika Rasulullah sakit parah. Aisyah akan membacakan surat-surat tersebut dan mengusapkan tangannya pada tubuh Rasulullah.
Dalam bukunya The Great Episodes of Muhammad SAW, Said Ramadhan Al Buthy menyatakan sihir tersebut hanya menyerang tubuh luar Rasulullah. Tidak pernah bisa menyerang hati maupun keimanan Sang Nabi.
Rasulullah memang maksum atau bebas dari dosa. Namun begitu, Rasulullah juga manusia yang tidak bisa lepas dari penyakit.
Karena sihir itu pula, mengalami sakit parah. Dalam kondisi itulah Rasulullah mengalami halusinasi.
(ism, Sumber: NU Online.)
Dream - Di masa-masa awal Rasulullah Muhammad SAW dan umat Islam berada di Madinah, gangguan masih kerap dialami. Salah satunya dari komunitas Yahudi lewat ekonomi.
Komunitas Yahudi sempat menguasai perekonomian Madinah. Mereka menjalankan praktik ekonomi yang tidak manusiawi. Salah satunya menjebak orang dengan utang berbunga sangat tinggi.
Selain itu, komunitas Yahudi Madinah juga suka memantik perselisihan antara Suku Aus dan Suku Khazraj. Sehingga, kondisi perekonomian Madinah kala itu benar-benar merugikan penduduk terutama umat Islam.
Begitu tiba di Madinah, Rasulullah kemudian mendirikan pasar dan mengajari umat Islam mengenai tata krama dalam perdagangan, mendorong para sahabat untuk berbisnis, serta mencari rezeki dengan jalan halal.
Kabar pendirian pasar oleh Rasulullah membuat komunitas Yahudi Madinah kala itu gusar. Apalagi, umat Islam kala itu bisa menumbangkan hegemoni ekonomi komunitas Yahudi yang menyengsarakan
Alhasil, komunitas Yahudi kala itu menjadi terpuruk. Mereka juga tidak bisa lagi meneror masyarakat Madinah dengan bunga pinjaman yang tinggi dan praktik perdagangan yang memeras.
Komunitas Yahudi tidak terima dan menuding Rasulullah serta umat Islam menghancurkan bisnis mereka.
Tudingan itu memicu perang komunitas Yahudi melawan umat Islam, baik perang dagang maupun pertempuran fisik. Sayangnya, komunitas Yahudi tidak pernah sekalipun menikmati kemenangan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya