Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: Arabianbusiness.com)
Dream - Gelar gedung pencakar langit tertinggi di dunia tak lama lagi akan lepas dari genggaman Menara Burj Khalifa. Penyebabnya, sebuah gedung pencakar langit akan menjulang lebih tinggi dan berhak dengan gelar itu.
Adalah The Tower, gedung yang memiliki tinggi 1.000 meter atau 1 kilometer yang akan menggeser ikon kota Dubai tersebut. Dilansir situs, Arabian Business, Senin 11 April 2016, gedung ini lebih tinggi dari Burj Khalifa yang menjulang 828 meter.
Meski direbut, gelar pencakar langit tertinggi masih ada ditangan Uni Emirat Arab. The Tower dibangun di kawasan Dubai Creek Harbour.
Pengembangnya adalah Emaar Properties. Perusahaan ini menggelontorkan dana sebesar US$1 miliar untuk merealisasikan gedung ini.
" Komposisi pendanaannya, 50 persen dari ekuitas dan 50 persen dari utang," kata pimpinan Emaar Properties, Mohamed Alabbar.
Alabbar mengatakan The Tower akan menjadikan Dubai Creek Harbour sebagai salah satu hunian yang paling menarik. Gedung ini juga menawarkan hunian yang modern, mewah, dan menerapkan konsep lingkungan yang berkelanjutan.
Sekadar informasi, The Tower berada di pusat Dubai Creek dan lokasinya tidak jauh dari Ras Al Khor National Wildlife Sanctuary. Bangunan berbentuk kuncup bunga lili ini masih dalam tahap konstruksi. Rencananya, The Tower bakal rampung pada tahun 2020, bersamaan dengan rampungnya pembangunan Kingdom Tower di Jeddah.
The Tower ini didesain oleh seorang arsitek kebangsaan Spanyol, Santiago Calatrava. Calatrava sendiri merupakan arsitek Rio de Janeiro’s Museum of Tomorrow, Athen’s Olympic Sports Complex, dan Malmö’s Turning Torso Tower. Pria ini dipilih oleh Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dari lelang desain futuristik bertaraf internasional.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya