7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Membawa Al-Quran. (Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project)
Dream – Kita pasti kerap mendengar orang membaca kalimat taawudz sebelum membaca Al-Quran atau doa-doa tertentu. Kalimat yang berbunyi a'udzubillahi minas syaitonir rojim juga sering diminta ketika seseorang hendak mengawali bacaan Al-Quran ketika diminta mengulangi hapalannya di depan seorang guru mengaji .
Kalimat ta’awudz cukup singkat namun mengandung makna yang dalam. Selain sebagai sebuah kebiasaan, bacaan ta’awudz adalah doa untuk memohon perlindungan Allah SWT agar tidak terbujuk godaan setan.
Dalam beberapa kesempatan, terutama ketika dibekap rasa takut akan makhluk gaib, kita juga sering mendengar seseorang untuk membaca ta`awudz agar merasa lebih tenang karena yakin mendapat perlindungan Sang Khalik.
Kalimat ta'awudz juga disebut dengan nama isti’adzah. Kalimat ta'awudz mengandung arti doa untuk memohon perlindungan dan penjagaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari tipu daya setan.
Sejumlah dalil juga ada dalam Al-Quran dan hadis tentang anjuran membaca ta'awudz sebelum membaca Al-Quran. Di antara dalil tersebut salah satunya berada dalam Surat An-Nahl ayat 98.
فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
Artinya: " Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Quran, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk."
Juga terdapat pada Surat Al-A'raf ayat 200 berikut ini:
وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: " Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
Sejumlah ulama menyebutkan hukum membaca kalimat ta'awudz adalah sunnah. Ketika seorang Muslim tidak membaca ta'awudz sebelum membaca Al-Quran maka tidaklah dosa. Hukum sunnah ini berarti akan menambah pahala apabila dibaca.
Di lain sisi, sejumlah ulama juga ada yang menyatakan bahwa membaca ta'awudz hukumnya wajib karena terdapat dalil Al-Quran yang menyebutkan perintah untuk membacanya sebelum Al-Quran.
Ibnu Sirrin berpendapat bahwa kewajiban membaca ta'awudz ini setidaknya dilakukan sekali dalam seumur hidup. Jadi jika seorang Muslim sudah membaca ta'awudz sekali saja, maka sudah dianggap gugur hukum kewajibannya.
Sementara menurut Imam Fakhruddin al-Razi, selama hidup Nabi SAW tidak pernah meninggalkan membaca ta'awudz. Sehingga baginya membaca ta'awudz adalah bagian dari kewajiban setiap Muslim dalam hal mengikuti Rasulullah SAW. Apalagi, menurut Imam Fakhruddin al-Razi, perintah ini ijelaskan secara tekstual dalam ayat Al-Quran.
Kalimat isti'adzah atau ta'awudz layaknya tabir untuk menghalau godaan yang tidak tampak dan keburukan sifat batiniah. Bahkan Rasulullah SAW secara tegas mengajarkan kepada dua sahabat yang sedang bertikai untuk membaca isti’adzah agar amarah dan angkuh dalam jiwanya melebur menjadi ketenangan.
Jadi tak hanya doa agar terhindar dari godaan setan, ta'awudz juga sebagai permohonan agar terhindar dari hal-hal negatif yang bersifat batiniah, dan untuk mendatangkan kebaikan.
Membaca ta'awudz tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, artinya boleh dibaca kapan saja, lebih-lebih dibaca sebelum membaca Alqur’an.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan pengucapan kalimat ta'awudz mengandung faedah membersihkan mulut dari ucapan sia-sia dan kotor. Ucapan tersebut merupakan persiapan mulut sebelum membaca Kalam Ilahi.
Membiasakan diri membaca ta’awudz akan membuat seorang Muslim selalu merasakan bahwa Allah selalu dekat dengannya. Dengan begitu, kesadaran kita akan meningkat untuk mengingat Allah sehingga dapat mencegah kita untuk berbuat keburukan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?