Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kepala Bidang Pentahsihan Mushaf Alquran Kemenag Abdul Azis Sidqi (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Berbagai aplikasi Alquran berbasis sistem operasi di ponsel mulai bermunculan. Pada November 2015, Kementerian Komunikasi dan Infomatika mencatat sebanyak 251 aplikasi Alquran tersebar di ruang unduhan Playstore.
Hal itu memunculkan kekhawatiran lantaran banyak ditemukan mushaf Alquran digital yang ternyata memiliki perbedaan dalam penulisan. Menyadari persoalan ini, Kementerian Agama tengah menggarap mushaf Alquran digital resmi, yang akan menjadi patokan bagi umat Islam Indonesia.
" Banyak aplikasi Alquran yang diunggah. Padahal di Indonesia punya mushaf standar," kata Kepala Bidang Pentahsihan Mushaf Alquran Kemenag Abdul Azis Sidqi di kantornya, Kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Kamis, 12 Mei 2016.
Azis menjelaskan, terdapat tiga jenis mushaf Alquran yang lazim digunakan umat Muslim Indonesia. Ketiga mushaf tersebut yaitu mushaf Usmani, mushaf Bariah yang dieruntukkan bagi para penghafal Alquran, serta mushaf Braille untuk tunanetra.
Penggunaan ketiga standar mushaf itu didasarkan pada kesepakatan ulama.
" Untuk memunculkan standar itu para ulama Alquran bermusyawarah selama sembilan kali dari 1974 hingga 1983," ujar dia kepada Dream.
Sejauh ini, kata Azis, terdapat dua tipe aplikasi mushaf Alquran digital yang beredar. Tipe pertama dibuat dalam bentuk data pdf, sedangkan tipe kedua sebatas diketik ulang menggunakan font Arab tertentu.
" Kalau yang menggunakan pdf itu masih relatif aman. Tetapi, yang berbahaya ialah yang ditulis ulang. Memang bukan kesengajaan, namun itu di handphone yang tidak kompatible, font yang tertulis kerap menjadi tidak pas," ucap dia.
Saat ini tahap pengembangan aplikasi Alquran digital baru mencapai 80 persen. Dia berharap proses pengembangan ini dapat segera dirampungkan.
Azis mematok target aplikasi Alquran digital resmi terbitan Kemenag dapat diluncurkan pada bulan Ramadan nanti. Dengan begitu publik dalam menikmati Alquran versi resmi dari Kemenag.
" Semoga. Sedang dikerjakan Kemenag. Itu diharapkan dapat menjadi rujukan umat Muslim di Indonesia," ucap dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya