Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Orang-orang yang percaya bahwa fenomena Bulan Darah atau Blood Moon yang terjadi pada 28 September tahun ini akan mengakibatkan kiamat, mulai melakukan persiapan dengan menimbun makanan.
Seperti diketahui, pada 28 September mendatang akan terjadi gerhana bulan yang disebut Blood Moon.
Namun gerhana tersebut adalah yang keempat kalinya dalam dua tahun yang disebut tetrad. Anehnya, keempat peristiwa gerhana Blood Moon tersebut kebetulan terjadi pada hari raya Yahudi.
Menurut tradisi Yahudi, keempat Blood Moon jatuh pada 14 April 2012, 8 Oktober 2014, 4 April 2015 dan terakhir pada 28 September yang merupakan Blood Moon terakhir abad ini.
Kehebohan tentang ramalan ini membuat orang-orang yang mempercayainya panik. Pekan lalu, sebuah laporan dari Utah, Amerika Serikat menyatakan bahwa pemeluk Mormon mulai menimbun makanan menjelang terjadinya Bulan Darah.
" Mereka membeli tempat menyimpan makanan, senter, selimut dan tenda. Beberapa bahkan mulai bersiap meninggalkan rumah mereka," kata Peggy Fletcher Stack dari The Salt Lake Tribune.
Sebuah toko yang khusus menjual makanan beku-kering melaporkan terjadinya peningkatan penjualan hingga 500 persen selama dua bulan terakhir.
" Ada semacam kegawatdaruratan, seperti ada sesuatu yang akan terjadi," kata pegawai toko bernama Ricardo Aranda.
Aranda menambahkan, banyak orang menyebutkan sesuatu tentang September, seperti runtuhnya finansial.
Penjual lainnya bernama Jordan Jensen mengatakan penjualan di toko alat-alat kebutuhan bertahan hidup miliknya juga meningkat tajam.
" Ini benar-benar gila. Peralatan darurat 72 jam kami hampir selalu kosong. Kami selalu mendapatkan kiriman setiap hari," kata Jensen.
(Ism, Sumber: News.com.au)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya