Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Anak Desa Kini Jadi Dosen Favorit UGM: IPK Pernah 1,2 (Instagram @madeandi)
Dream - Pendidikan Indonesia yang semakin maju tidak lepas dari campur tangan para pengawal pendidikan, yakni guru, dosen, dan tenaga pendidik lainnya. Bagi mahasiswa, jasa seorang dosen sangat besar dalam menentukan masa depan. Selain jadi penyampai ilmu, dosen adalah sumber inspirasi dan pemberi motivasi.
Adalah I Made Andi Arsana, dosen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi inspirasi bagi para mahasiswa untuk selalu berjuang di bangku perkuliahan.
Kisah inspiratif itu ia bagikan di video reels Instagram pribadinya @madeandi. Mulai dari masa sekolah hingga menjadi dosen seperti sekarang ini.
Saat masa SMP, pada 1990-1993, Made Andi mengaku kerap pergi ke sekolah melewati jalan penuh semak-semak. Ia menceritakan hal tersebut dengan penuh rasa nostalgia.

" Dilihat dari masa kini, hidup di masa lalu bisa nampak begitu dramatis padahal saat menjalani, terasa biasa saja, " kenangnya.
Made Andi kerap naik sepeda ke sekolah walaupun akhirnya terpaksa dituntun karena kondisi jalan yang tak menunjang. Selain itu, ia juga sering jalan kaki pagi-pagi dengan embun yang masih membekas di dedaunan.
" Kadang lumpur beterbangan akibat putran roda lumpur, " kenangnya.
Namun ujiannya untuk menempuh pendidikan itu tidak pernah dianggap sebagai penderitaaan. Ia melakoninya dengan penuh kebahagiaan. " Hari berjalan biasa. Suasana riang gembira, " ucapnya.
Laku prihatin tersebut terus berlanjut saat masa SMA. Pada masa itu, ia pernah tinggal di sebuah gubuk tanpa listrik dan sering mandi di sungai.
Kisah masa lalu yang pilu itu benar-benar ia rasakan ketika kuliah. Ia mengenang statusnya sebagai mahasiswa yang tak diperhitungkan karena bukan dari golongan pemilik Indeks resasi (IP) tiga koma.

Sementara itu, saat masih kuliah di UGM, ia pernah mendapat IP 1,2 saat semester 5. Hal ini sempat membuatnya terpuruk karena merasa menjadi orang bodoh di kelas. Ia juga pernah mendapat beberapa nilai E dalam satu semester.
Walaupun begitu, berbagai hal yang pernah dilewatinya tersebut tak membuatnya semangatnya surut. Made Andi terus berjuang untuk melanjutkan sekolah dan cita-citanya.

Setelah lulus dari UGM, Made Andi melanjutkan studi master ke Universitas New South Wales dan dilanjutkan studi doktoral di Universitas Wollongong.
Ia pernah mewakili Indonesia The Falling Walls Conference merupakan acara sains tahunan di Berlin. Selain itu juga berbicara di PBB.
Selain menjadi dosen Teknik Geodesi UGM, Made Andi juga aktif di berbagai kegiatan lain. Dari menjadi content creator di akun Instagram atau akun TikToknya sendiri hingga menjadi penulis buku.
Lelaki asal Bali ini juga menjadi Kepala International Affairs Universitas Gadjah Mada
Berikut kisah Made Andi yang diunggah melalui akun Instagram.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya