Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Sersan Taruna Jumowo (Foto: Instagram @tni_angkatan_darat)
Dream - Diterima masuk pendidikan Akdemi Militer (Akmil) menjadi impian semua orang yang bercita-cita menjadi terntara. Namun, menjadi Taruna Akmil bukanlah suatu hal yang mudah.
Berlatih dan mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk mengikuti beragam tes menjadi salah satu kunci. Latihan keras dan displin sebelum mengikuti ujian pun harus dilakukan.
Seperti halnya yang dilakukan Sersan Taruna Yanwar Jumowo, anak pertama seorang tukang cukur di Mabes Angkatan Darat, Tanwar.
Dilansir akun Instagram @tni_angkatan_darat, Yanwar mengaku ingin menjadi tentara atas kemauannya. Mimpinya tersebut telah muncul sejak masih kanak-kanak.
Ketika itu, ia sempat diajak ayahnya melihat pameran alutsista TNI di Monas, Jakarta Pusat.
" Saat di sana saya bilang, ayah aku ingin menjadi orang itu. Saya menunjuk ke tentara yang sedang menaiki tank," cerita Yanwar.
Cita-cita Yanwar begitu kuat. Dia berusaha keras mewujudkan keinginannya dengan berlatih keras, seperti lari, olahraga untuk meningkatkan stamina, kesehatan, dan kebugarannya.
Dia benar-benar ingin lolos menjadi Taruna Akmil.

Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2020, Yanwar langsung mendaftar ke Akademi Militer (Akmil).
Setelah memenuhi seluruh syarat, ia dinyatakan lolos dan berhak menjalani pendidikan sebagai Taruna Akmil.
Ketika menjalani pendidikan taruna, dia mengatakan disiplin dan ketekunan menjadi kunci agar nantinya dapat menjadi prajurit yang mampu memberikan pengabdian terbaik untuk bangsa.
" Kegiatan di sini cukup padat, menguras tenaga, berbeda dengan kegiatan sehari-hari saat masih sekolah atau di rumah. Di sini tidak bisa santai-santai, semua dibatasi dengan waktu, semua kegiatan di sini terprogram dengan baik," ujarnya.
Ayah Sersan Taruna Yanwar Jumowo yang berprofesi sebagai tukang cukur, Tarman, menyebutkan siapa pun bisa menjadi prajurit TNI asal memiliki kemauan dan usaha.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam