Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Brigjen Pol (Purn) Rumiah Kartoredjo (Foto: Merdeka.com)
Dream - Kini telah muncul sejumlah polisi wanita yang memegang jabatan penting di tubuh Polri. Mereka mampu berprestasi di antara bintang-bintang pria di korps Bhayangkara.
Salah satu wanita yang pernah memegang jabatan penting adalah Brigjen Pol (Purn) Rumiah Kartoredjo. Dia pernah memegang tongkat komando sebagai Kapolda Banten.
Mantan perwira tinggi Polri ini rupanya menjadi polwan pertama yang pernah menjabat sebagai Kapolda di Indonesia. Padahal dia awalnya tidak berpikir akan jadi seorang polisi.
Kerja keras serta prinsip keseimbangan yang diyakininya berhasil membawa Rumiah menuju puncak pimpinan tertinggi di Kepolisian Daerah (Polda) Banten. Rumiah dilantik sebagai Kapolda Banten pada Januari 2008.
Rumiah awalnya tak pernah terpikirkan untuk menjadi seorang polisi, apalagi menjadi pimpinan di jajaran kepolisian. Saat masih kecil, Rumiah memiliki cita-cita sebagai seorang guru. Padahal sang ayah, H. Kartoredjo merupakan mantan polisi zaman Belanda, mandor di Pabrik Gula Mojo Agung.
Cita-cita Rumiah rupanya juga menjadi keinginan sang ayah kepada anak-anaknya. Ayah Rumiah memang punya mimpi anak-anaknya akan menjadi seorang guru bukan polisi seperti dirinya. Meski begitu, sejak kecil Rumiah dan saudaranya dididik untuk taat beragama dan disiplin soal waktu.
Tak hanya itu, sejak duduk di bangku SMP, Rumiah lebih banyak berkecimpung di dunia olahraga. Bahkan dia pernah menjadi atlet daerah. Rumiah melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Olah Raga (IKIP) Surabaya (sekarang Unesa) pada tahun 1975.
Saat masih berstatus mahasiswi, Rumiah kembali lagi berkecimpung ke dunia olahraga. Menariknya, dia menjadi atlet nasional softball dan berlaga di Sea Games. Rumiah juga meraih kemenangannya dengan membawa pulang medali emas. Sayang, Rumiah tidak menamatkan perkuliahannya.
Rumiah memutuskan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Perwira Militer Sukarelawan (Sepa Milsukwan) ABRI pada tahun 1978. Dia juga melanjutkan pendidikan di Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri pada tahun 1990.
Rumiah terus mengembangkan diri dengan mengikuti pendidikan pada Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1995 dan Sekolah Staf Perwira Tinggi (Sespati) Polri pada 2003.
Sebelum menjadi Kapolda, Rumiah juga pernah menduduki sejumlah posisi penting di kepolisian. Rumiah pernah menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) Seba Polisi Wanita (Polwan), Kepala Sekolah Polwan (1999), Sekretaris Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Seslemdiklat) Polri.
Selain itu, Rumiah hingga kini tercatat telah meraih sedikitnya 5 tanda jasa yakni Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun, Karya Bakti, Dwidya Sistha, Kesetiaan 16 Tahun dan Bintang Bhayangkara Naraya.
Rumiah melepas jabatannya sebagai Kapolda pada Februari 2010. Kini dia tengah disibukkan menjadi Ketua KONI Banten. Baru-baru ini, Rumiah terlihat datang menemui Kapolda Banten yang baru saja dilantik yakni Irjen Rudy Herianto.
Melansir dari konibanten.or.id, kedatangannya itu dalam rangka silaturahmi. Tak hanya itu, kedatangannya juga untuk membahas persiapan menuju PON Papua yang rencana akan segera diselenggarakan tahun ini.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya