7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Bulan Suci Ramadan dikenal sebagai bulannya Alquran. Penyebabnya. Alquran pertama kali diturunkan bertepatan pada bulan Ramadan.
Sejak saat itu, kitab Allah ini menjadi pedoman hidup bagi umat Islam. Alquran terdiri atas 30 juz, 114 surah, 6236 ayat menurut riwayat Hafsh, 6262 ayat menurut ad-Dur, dan 6214 ayat menurut Warsy.
Pembagian untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan pembacaan dalam 30 hari. Ada pula yang dibagi menjadi 7 atau yang disebut dengan manzil.
Tak ada keraguan atas kebenaran di dalam Alquran. Namun masih terjadi perbedaan pendapat mengenai tanggal pasti turunnya Alquran atau yang disebut dengan Nuzulul Quran.
Perbedaan pendapat juga terkait bagaimana Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pendapat-pendapat ini diceritakan oleh Al Zarkasyi dalam kitab Al Burhan fi Ulum Alquran. Inilah beberapa ceritanya.
Pendapat pertama menyebutkan Alquran turun dalam jumlah dan bentuk utuh ke langit dunia di malam Lailatul Qadar. Dari langit dunia atau sama' ad dunya, Alquran diturunkan ke bumi secara bertahap selama 23 tahun.
Pendapat ini paling banyak dipegang ulama. Selain itu, pendapat ini diperkuat oleh beberapa hadis shahih.
Diturunkan selama 20 kali Lailatul Qadar
Pendapat kedua menyatakan Quran diturunkan ke langit dunia selama 20 kali Lailatul Qadar. Artinya, Alquran turun selama 20 tahun karena Lailatul Qadar hanya terjadi sekali dalam setahun.

Pendapat ini disampaikan oleh Al Muqatil dan Abu Abdillah Al Halimi dalam kitab Minhaj. Pendapat serupa disampaikan oleh Al Mawardi dalam Tafsir Al Mawardi.
Alquran turun saat Lailatul Qadar
Beberapa ulama meyakini Quran turun saat Lailatul Qadar. Hanya saja, para ulama ini masih berbeda pendapat mengenai apakah turunnya sekaligus atau secara bertahap.
Proses penurunan Quran terjadi komunikasi antara Malaikat Jibril dan Rasulullah SAW. Ada dua bentuk komunikasi yang para ulama prediksi.
Pertama, Jibril menemui Rasulullah dalam bentuk manusia. Pandangan kedua, Jibril menemui Rasul dalam bentuk aslinya.

Sedangkan bentuk penyampaian Jibril kepada Nabi Muhammad ada tiga pandangan. Pertama, Jibril menghafal Alquran di Lauhul Mahfuz baik kata dan maknanya kemudian dilafalkan ulang kepada Rasulullah.
Kedua, Alquran dibacakan Jibril kepada Rasulullah menggunakan makna khusus. Kemudian Rasul menerjemahkan dalam Bahasa Arab. Pandangan ketiga, Jibril menyampaikan makna Alquran kemudian Rasulullah mengemas dalam Bahasa Arab.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?