Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muhammad Gibran Arrasyid (Foto: Instagram @kanghelmi_budiman)
Dream - Muhammad Gibran Arrasyid, remaja 14 tahun pendaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang sempat hilang akhirnya diemukan oleh petugas gabungan dan warga pada Jumat, 24 September 2021 kemarin.
Saat dievakuasi, Gibran langsung dilarikan ke puskesma Tarongong Kaler untuk mendapat perawatan Medis.
Sesampainya di puskesma, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman langsung menemuinya di ruang perawatan. Saat itu, Gibran menyempatkan diri membagikan kisahnya bertahan hidup sejak Minggu, 19 September 2021 kepada sang Wali Kota.
Dalam video yang diunggah akun Instagram pribadi Helmi Budiman @kanghelmi_budiman, Jumat 24 September 2021 kemari, Gibran menceritakan bagaiman dirinya bisa bertahan hidup hingga selamat.
Menurut kisahnya, selama empat hari tersesat, ia hanya bertahan hidup dengan meminum air sungai ala kadarnya. Ia juga mengaku tidak memakan apapun, sehingga ketika dievakuasi dirinya dalam kondisi lemas.
" Gibran selama di sana empat hari, makan pakai apa? rumput atau daun?," tanya Helmi
" Nggak, tahan lapar di sana. Cuman minum air sungai pakai daun," terang Gibran.
Berbagi kisah, remaja laki-laki berkaus hitam itu juga mengaku sempat didatangi oleh seorang perempuan yang menawarinya makan. Lantaran tak mengenalnya, ia pun menolak ajakkan wanita tersebut.
Tak hanya ditawari makan, perempuan itu juga sempat mengajak Gibran ke rumahnya dan langsung menolak lantaran takut. Demi menghindari hal yang tak diinginkan, Gibran akhirnya nekat menuruni tebing dan sempat terjatuh.
" Sempat ada yang tawarin makan waktu itu, perempuan udah tua. Cuman nggak mau, nggak kenal. Terus diajak ke rumahnya juga nggak ikut karena takut dan curam," ungkap Gibran di depan Wabup Helmi.
Selain itu, pengalaman tak biasa yang juga dialami Gibran saat bertahan hidup di Gunung Guntur adalah tidak merasakan adanya suasana malam. Bahkan ia mengaku suasananya seperti saat siang hari pada umumnya.
Namun keadaan itu segera berakhir setelah salah seorang Tim SAR menemukannya, dan memberikan Gibran sebuah roti untuk diselamatkan.
" Kemarin juga selama lima hari empat malam nggak ada malam, ngerasainnya kayak siang terus. Dan ada yang kasih roti dari penyelamat" kata dia.
Sementara itu, ayah Gibran, Alam menuturkan, selama anaknya hilang anggota keluarga terus melakukan pencarian termasuk memanjatkan doa dan salawat untuk keadaan anaknya.
Alam menuturkan, beberapa doa yang dibacakan di antaranya Surat At Thariq, kemudian membaca Taawudz 3 kali, Bismillah 786 kali dan salawat juga dibacakan sebanyak dua kali, baik untuk tempat di Gunung Guntur dan untuk Nabi.
" Waktu itu kami bacakan doa seperti Surat At Thariq, Taawudz, lalu Bismillah dan Salawat untuk tempat di sana dan untuk nabi. Kita bacakan waktu itu pas Gibran belum ketemu di hari Rabu malam Kamis," kata Alam, dalam wawancaranya di Youtube Garut.id, Jumat 24 September 2021.
Tersesatnya Gibran pertamakali diduga usai dirinya buang air kecil dan memilih tinggal di dalam tenda saat teman-temannya mendaki.
Menurut Dedi dari Danramil yang membantu proses pencarian, survivor tersebut sempat merasakan ingin buang air kecil. Momen itu yang kemudian membuat Gibran tersesat di kawasan Gunung Guntur.
“ Kalau yang waktu itu kan ditemukan dalam kondisi telanjang, kalau Gibran ini saat ditemukan masih berpakaian terakhir yang ia pakai. Mulai jaket, celana, namun tidak menggunakan alas kaki,” tutur Dedi.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya