Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Foto Rehan (Foto: Instagram @rhmadii__)
Dream - Masa kecil merupakan masa seorang anak menghabiskan waktu dengan belajar dan bermain dengan teman-teman seumuran. Namun, tak semua anak mendapatkan kesempatan itu dan menikmati masa kecilnya dengan mudah.
Seperti seorang bocah di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berikut ini. Di usianya yang masih belia, ia memilih bekerja sebagai badut demi bantu ekonomi keluarga dan menabung untuk biaya sekolah.
Kisah ini pertama kali diunggah oleh pemilik akun Instagram @rhmadii__. Dalam unggahannya, terdapat narasi yang menjelaskan keadaan bocah yang diketahui bernama Rehan.
Rehan mengaku bekerja tanpa paksaan dari siapapun. Niat menjadi badut ini muncul karena Rehan meresa penghasilan sang ibu yang bekerja serabutan hanya cukup untuk makan dan membayar biaya kontrak rumah.
“ Menurut pengakuan Rehan, keputusannya menjadi Badut jalanan didasari oleh motif ekonomi agar ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibunya yang bekerja serabutan hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar biaya sewa kontrakan. Jika ada rezeki berlebih, uang tersebut sengaja disisihkan untuk biaya sekolahnya,” tulis Rahmadi pada caption Instagramnya.
Rehan harus berangkat bekerja sejak subuh hari. Sehingga dia punya waktu bermain bola bersama teman-temannya pada sore hari.
“ Setiap hari Rehan memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, bahkan sebelum mentari pagi bersinar. Selain mengincar mobil-mobil yang terjebak macet, ia ingin menyisihkan waktu di sore hari untuk bermain bola di rumah,” tulis Rahmadi.
Untuk sampai di tempat biasa bekerja, Rehan harus menempuh 10 kilometer dari tempat tinggalnya.
" Rehan mengaku senang dapat membantu memberikan uang tambahan kepada ibunya. Kendati demikian, Rehan tidak memungkiri bahwa terkadang ia merasa lelah karena harus berjalan hingga sejauh 10 km dari rumahnya," tambah Rahmadi.

Kisah Rehan ini kemudian viral di Instagram, banyak warganet yang terharu dengan usaha Rehan membantu sang ibu mencari nafkah, dan demi mengumpulkan biaya sekolah.
Berikut videonya:
Sumber: Brilio.net
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam