Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Heroik Thalhah Bin Ubaidillah Dalam Perang Uhud Sampai Dijuluki Mayat Yang Berjalan Di Bumi (Foto Ilustrasi: Shutterstock.com)
Dream - Dalam sejarah Islam, Perang Uhud adalah peperangan yang luar biasa dan dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad saw. Di mana kaum muslimin yang berjumlah 1.000 pasukan melawan kaum kafir Quraisy yang berjumlah 3.000 pasukan.
Namun, saat dalam perjalanan menuju Gunung Uhud, Abdullah bin Ubay membelot dan membawa 300 pasukan muslimin. Sehingga hanya tersisa 700 pasukan muslimin.
Dilihat dari jumlahnya, tentu itu bukanlah peperangan yang seimbang. Namun, pasukan kaum muslimin tidak gentar dan terus berjuang melawan kaum kafir Quraisy.
Perang Uhud sendiri terjadi pada tanggal 15 bulan Syawal tahun ketiga hijriah. Perang tersebut terjadi sekitar setahun setelah Perang Badar. Pasukan muslimin yang berperang dalam Perang Uhud adalah gabungan dari orang Makkah dan Madinah.
Dari beberapa pejuang Perang Uhud, salah satunya adalah Thalhah bin Ubaidillah. Aksi heroiknya dalam berperang sampai-sampai dijuluki sebagai mayat yang berjalan di bumi. Kenapa bisa?
Untuk mengetahui kisahnya, berikut sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.
Perang Uhud menjadi perang yang sangat berat bagi umat Islam. Pertarungan yang sengit melawan kaum kafir Quraisy dengan jumlah pasukan muslimin yang minim membuat mereka harus bertahan sampai titik darah penghabisan.
Salah satu pasukan muslimin yang berjuang adalah Thalhah bin Ubaidillah. Ya, ia adalah seorang yang ahli dalam berperang. Bahkan hampir di setiap peperangan, ia selalu bergabung, kecuali dalam Perang Badar. Meski begitu, dalam Perang Badar tersebut Thalhah tetap mendapatkan bagian rampasan perang.
Dalam Perang Uhud itulah, Thalhah tanpa ragu mengyunkan pedangnya untuk melawan kaum kafir Quraisy. Hal ini membuat pasukan muslimin yang lainnya sangat kagum kepadanya.
Bahkan saat Nabi Muhammad saw terluka, Thalhah lah yang mencari keberadaa Nabi Muhammad saw. Ia yang menyelamatkan beliau sembari terus melawan kaum kafir Quraisy yang ketika itu bergerak dengan sangat lincah dan brutal.
Saat menjadi salah satu pasukan dalam Perang Uhud, Thalhah pun juga terluka. Bahkan lukanya tidaklah ringan. Meski begitu, Thalhah tidak menyerah. Ia tetap bertahan dan melakukan perlawanan dengan sangat keras.
Ia bahkan tidak memedulikan luka di tubuhnya. Thalhah hanya memikirkan bagaimana caranya bisa menyelamatkan Nabi Muhammad saw. Karena kegigihannya itulah, kaum muslimin mengira bahwa Thalhah sudah meninggal dalam peperangan.
Namun, pada kenyataannya Thalhah masih hidup dan masih berjuang. Karena perjuangannya yang gigih itulah, ia dijulukan Nabi Muhammad saw sebagai mayat yang berjalan di atas muka bumi. Sedangkan mayat sendiri adalah sebutan untuk makhluk yang sudah wafat. Hal ini karena kondisi Thalhah yang sudah terluka parah, namun tetap bergerak.
Nabi saw bersabda:
" Siapa yang ingin melihat orang berjalan di muka bumi sesudah mengalami kematiannya, lihatlah Thalhah."
Sejak peristiwa itulah, ketika kaum muslimin membicarakan tentang Perang Uhud, tak hanya bagaimana perjuangan besar pasukan muslimin saja. Tetapi juga turut membicarakan Thalhah dengan keberanian, ketangkasan, dan semangatnya.
Bahkan ketika ada orang yang membicarakan tentang Perang Uhud di depan Abu Bakar, beliau selalu mengatakan:
" Perang hari itu adalah peperangan milik Thalhah seluruhnya."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya