Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutetrstock.com)
Dream - Perias jenazah mungkin menjadi salah satu profesi yang tak banyak diminati. Maklum, profesi itu identik dengan kisah horor sebab harus mengurus jenazah orang yang meninggal dengan berbagai sebab.
Namun tak sedikit orang yang mau dan ikhlas menjalani profesi ini. Mereka bahkan mengabdikan diri pada profesi ini sebagai bentuk pengabdian diri pada kemanusiaan. Namunn apapun alasannya, bagi masyarakat umum profesi ini termasuk 'menyeramkan'.
Dengarlah kisah Fakhru, yang sudah 15 tahun menjadi perias jenazah. Melalui video yang diunggah oleh akun TikTok @therealadithiya, dia menceritakan salah satu pengalaman yang tak pernah bisa dilupakan selama menjadi perias jenazah.
" Di antaranya itu, yang enggak pernah terlupakan, jenazah yang sudah membengkak," kata Fakhru dalam video tersebut.
Sebelum jenazah tersebut datang, Fakhru diberi tahu oleh bagian marketing tempatnya kerja untuk bersiap-siap. Seperti hari yang sudah-sudah, dia melakukan persiapan seperti biasa. Namun dia sedikit heran setelah melihat jenazah yang datang.
" Pas datang jenazahnya gede banget. Kerbau segitu, kecil. Agak besaran dari kerbau," tambah dia.
Untuk menggambarkan betapa besarnya jenazah yang ditangani hari itu, Fakhru mengatakan bahwa perlu dua ranjang untuk membaringkannya. " Kita tuh ranjang ukuran satu meter, satu meter, dua didempet," kata dia.
Menurut Fakhru, jenazah itu ukurannya membesar karena faktor pembengkakan. Diduga, orang tersebut sudah meninggal tiga hari sebelumnya.
" Kata dokter forensik prediksinya sudah tiga hari. Membengkak," tutur dia.
Kondisi jenazah pun sudah tidak bagus. Kulit-kulitnya sudah mengelupas. Cairan yang keluar dari tubuh mayat itu juga sangat banyak. " Belatung-belatung kecil sudah mulai keluar. Jadi banyak cairan, gede banget," tambah Fakhru.
Kala itu, tambah Fakhru, keluarga jenazah tersebut memintanya untuk melakukan makeup. Namun, dia tak bisa melakukannya karena kondisi jenazah yang benar-benar sudah tidak baik.
" Jangankan di-makeup, kata saya, ini dipakaiin baju saja tidak muat. Semua kulit sudah terkelupas," kata dia.
Fakhru melanjutkan, karena tak bisa di-makeup, maka jenazah itu langsung dimasukkan ke dalam peti dan dimakamkan. " Bobotnya dua kintal atau satu kintal, langsung duimasukin peti enggak dipakaiin baju," kata dia.
Karena sudah membusuk, ruangan tempat perawatan jenazah itu menjadi bau. Fakhru menyebut, bau itu tak hilang dalam seminggu meski sudah dibersihkan berulang kali. " Itu cerita paling tak bisa dilupakan," ujar dia.
@therealadhitya PART TERAKHIR, mau request cerita apalagi guys? #fypシ #fyp #tiktokhoror #hororindonesia #perias #jenazah #periasjenazah #ceritahoror #RJL5 ♬ original sound - Fajar Aditya - RJL 5
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya