Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Salah Satu Kerabat Pemilik Rumah Saat Keluar Dari Rumah Di Kawasan Mangga Dua Dalam, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Sebuah Rumah Di Kawasan Mangga Dua Terhimpit Oleh Bangunan Yang Sedang Dibangun. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Dream - Lansia bernama Lie Yun Bun harus mengalami penderitaan. Keceriaan Abun, sapaan Lie, dan tujuh anggota keluarganya mendadak sirna.
Dia harus masuk melalui puing bangunan untuk keluar-masuk tempat tinggalnya. Rumah itu kini harus berhadapan dengan tembok bangunan rumah.
Menantu Abun, Johannes mengatakan, tembok bangunan itu berdiri untuk bangunan gudang PT H. Awalnya, tembok berdiri di sebelah kediamannya, namun lama kelamaan menjalar hingga menutup akses jalan keluar masuk rumah.
Abun dan keluarganya bereaksi. Johannes meminta mandor menghentikan pembangunan tersebut. Tetapi, mandor tetap bekerja dengan alasan menjalankan tugas dari atasan.
Abun dan Johannes pasrah tidak mampu melawan lagi apalagi pemilik perusahaan tersebut yaitu `orang besar`.
Selain akses rumah yang tertutup, sepucuk surat datang dari pengembang. Isinya, meminta agar Abun dan keluarga meninggalkan rumah yang ditinggali. Sebagai gantinya, pengembang menyodorkan duit Rp350 juta, harga yang tidak seberapa untuk sebuah rumah di tengah Ibu Kota.
" Mau ke mana saya cari rumah dengan harga Rp 350 juta? Harga rumah di Jakarta di atas segitu. Palingan ada, di luar kota Jakarta yang sangat jauh dari tempat saya bekerja sebagai bengkel mobil dan anak-anak saya bersekolah," kata Johannes dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 13 Desember 2019
Johannes menceritakan, setiap malam Abun meneteskan air mata. Dia tidak tega melihat sang ibu yang sudah sepuh harus sedih memikirkan kehilangan rumah satu-satunya.
Sementara itu, akibat penutupan akses masuk ke kediamannya, Johannes tidak bisa mengeluarkan sepeda listriknya yang setiap pagi digunakan untuk mengantar anak-anaknya berangkat sekolah di daerah Mangga Besar.
Biasanya, Johannes semangat mengayuh sepeda bolak-balik mengantarkan tiga anaknya ke sekolah.
Dia harus mengantarkan dengan motor terparkir di luar jalan yang tidak dapat masukan ke dalam rumah.
Kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kelurahan. Teguran pun sudah dilayangkan. Tapi, hanya dianggap angin lalu oleh mandor. Pada saat aparatur kelurahan itu pergi, mandor meminta para pekerja bangunan kembali menuntaskan pembangunan gudang.
Dream - Sebuah keluarga di Granada, Spanyol, menjadi perbincangan jagat maya lantaran menemukan koloni lebah madu dengan jumlah puluhan ribu ekor di dalam rumah.
Temuan ini diawali dari bunyi dengungan yang kerap terdengar dari dalam dinding. Awalnya hanya bunyi biasa, namun kian hari bunyi samakin membesar menggangu jam tidur.
Dari suara yang terdengar, keluarga itu menyimpulkan bahwa ada sarang lebah di rumah mereka.
Namun mereka belum menyadari, di mana lebah itu bersarang. Mereka pun memutuskan meminta bantuan kepada peternak lebah untuk mencari letak hewan tersebut.
Peternak lebah bernama Sergio Guerrero pun coba mengikuti dari mana suara lebah itu berasal.
Dan apa yang ia temui benar-benar membuatnya tercengan. Ia menemukan koloni lebah di balik dinding kamar.
Tak tanggung-tanggung ada lebih dari 80.000 lebah bersarang di sana, dengan sisir madu sepanjang satu meter.
" Kalau melihat jumlah tersebut, diperkirakan gerombolan lebah sudah menetap di sana selama setahun,” kata Guerrero, dikuti Dream dari odditycentral.com.
" Aku tidak mengerti bagaimana mereka hidup dengan jumlah lebah itu begitu lama."
Sang peternak lebah mengatakan bahwa seorang ratu dapat bertelur hingga 1.400 telur per hari.
Tapi untuk sarang sebesar ini, butuh setidaknya 2 tahun bagi lebah untuk membangunnya.
Sergio Guerrero berhasil mengeluarkan hewan tersebut dari properti pasangan itu. Tapi ia mengaku belum pernah melihat jumlah lebah sebanyak ini sebelumnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya