Pegawai Honorer Diminta Masuk Got, Lurah Jelambar Bakal Dipecat?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 15 Desember 2019 09:51
Pegawai Honorer Diminta Masuk Got, Lurah Jelambar Bakal Dipecat?
Pegawai masuk got sebagai proses dari perpanjangan kontrak.

Dream – Beberapa hari yang lalu, viral di media sosial tentang pegawai honorer yang masuk got di Jelambar, DKI Jakarta. Dalam video tersebut, para pegawai honorer diminta masuk ke dalam got untuk memperpanjang kontrak Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP).

Dikutip dari Merdeka.com, Minggu 15 Desember 2019, semua pihak yang terlibat dalam video tersebut diperiksa, termasuk Lurah Jelambar, Agung Triatmojo.

“ Semua panitia dan lurah selaku kepala unitnya diperiksa Tim Gabungan Inspektorat dan BKD tingkat provinsi hingga Jakarta Barat,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, Chaidir, saat dikonfirmasi oleh wartawan.

Semua pihak yang terlibat dalam peristiwa itu, diperiksa terkait dugaan kelalaian mekanisme tata cara perpanjangan kontrak PLJP.

1 dari 5 halaman

Terancam Dipecat?

Jika terbukti bersalah, tak tertutup kemungkinan lurah Jelambar akan dipecat.

“ Apabila hasil BAP (Badan Acara Pemeriksaan) disimpulkan bahwa dugaan terhadap indisipliner atasan langsung akan menjatuhkan hukuman disiplin dari ringan sampai berat dengan pembebasan jabatan lurahnya,” kata dia.

 Mengapa Para PNS Kita Terima Gaji ke 13

Chaidir mengatakan hasil pemeriksaan akan diserahkan kepada atasan langsung. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Hukum Disiplin PNS.

2 dari 5 halaman

Saling Pijat Bahu di Got

Dikutip dari akun Twitter @RizmaWidiono, terlihat para pegawai honorer DKI Jakarta diminta masuk ke got. Disebutkan bahwa masuk got merupakan salah satu bagian tes perpanjangan kontrak. 

Para pegawai honorer diminta untuk saling memijat bahu di dalam got. Sementara pimpinannya memberikan instruksi dar atas.

" Prihatin!!! Honorer DKI Disuruh Masuk Got Saat Tes Perpanjangan Kontrak. Manusiawikah.??? Apa ini yg disebut memanusiakan manusia.? @aniesbaswedan," cuit @RizmaWidiono.

3 dari 5 halaman

Ini Videonya

4 dari 5 halaman

Hati-Hati, Penipuan Bermodus Pengangkatan CPNS

Dream - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) meminta masyarakat berhati-hati terhadap penipuan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Peringatan ini dikeluarkan setelah beredar persan berantai yang seolah mengoordinasikasikan pembagian Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk instansi pusat. Dalam pesan tersebut, pembagian NIP akan dilakukan pada hari ini di kantor departemen, kementerian, dan lembaga, yang mendapatkan jatah.

 PNS

Dalam pesan ini, peserta diminta memakai baju putih lengan panjang dan celana hitam. Mereka juga wajib membawa nomor register, sementara yang belum mendapatkan nomor register harus membawa tanda pengenal.

“ Kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Saat ini, proses seleksi CPNS dalam tahap verifikasi administrasi,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Andi Rahadian, dikutip dari laman setkab.go.id, Senin 9 Desember 2019.

Menurut dia, tahap pendaftaran dan rekrutmen CPNS 2019 baru saja selesai dan masuk tahap verifikasi administrasi. Sementara, untuk rekrutmen CPNS 2018, tahapan sudah selesai seluruhnya, kecuali Papua dan Papua Barat. CPNS di dua provinsi ini akan segera diumumkan.

Andi mengimbau masyarakat semakin berhati-hati dan lebih selektif terhadap informasi yang beredar dan mengkonfirmasi kebenarannya. “ Jika ada informasi terkait rekrutmen CPNS dimohon untuk lebih waspada dan mengonfirmasi ke Kementerian PANRB terlebih dahulu,” kata Andi.

5 dari 5 halaman

Pelamar CPNS 2019 Tak Bisa Lihat Jumlah Kompetitor, Ini Sebabnya

Dream - Selama masa rekrutmen CPNS 2019, para pelamar kesulitan memperoleh informasi tentang jumlah kompetitor yang dihadapinya. Panitia seleksi memang menutup informasi jumlah kompetitor di salah satu formasi dan instansi yang sama.

Bukan tanpa alasan, kebijakan itu diambil karena tiga alasan. Pertama, sudah ada data dan fakta tahun lalu bahwa jumlah pelamar tidak valid dan banyak yang melakukan usaha seolah-olah memperbanyak jumlah pelamar di satu formasi.

 Gaji PNS Bakal Salip Gaji Swasta

“ Kami tidak tahu mereka dapat NIK dari mana, bisa login, bisa buat akun, kemudian bisa daftar dan submit dengan dokumen yang aneh-aneh sehingga di beberapa tempat merata jumlah pelamar yang sesungguhnya itu tidak valid,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Muhammad Ridwan, dikutip dari Setkab.go.id, Selasa 3 Desember 2019.

Alasan ke dua, Panselnas berpikir ketika sesorang sudah menjatuhkan pilihan di instansi tertentu dia tidak akan goyah mau berapa pun yang mendaftar di sana karena battle yang sesungguhnya setelah dia lulus administrasi adalah dirinya sendiri. 

Alasan ke tiga, penerimaan pendaftaran CPNS Tahun 2018 dan Tahun 2019 ada kewajiban untuk tidak pindah selama 10 tahun. Ia menjelaskan, kalau dibuka jumlah pelamarnya kemudian memindahkan formasi yang dianggap kosong, sedikit atau lebih tinggi secara statistik, akhirnya pertimbangan 10 tahun tidak minta pindah itu jadi pertimbangan ke sekian. Padahal, Panselnas ingin memenuhi kebutuhan guru, dokter di daerah 3T (Terluar, Terdepan, Terdalam) itu. 

“ Kira-kira itu alasan kenapa kita tutup (informasi jumlah pelamar di satu formasi di satu instansi),” kata dia.

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir