Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Mayor TNI (Purn) Hermintoyo (Foto: Merdeka.com/YouTube Beny Adrian)
Dream - Kisah pensiunan anggota TNI memang selalu membuat pendengarnya terkesima. Salah satunya kisah Mayor TNI (Purn) Hermintoyo yang merupakan pensiunan Baret Merah, Kopassus.
Saat bertugas, Hermintoyo pernah mengikuti Operasi Seroja di Timor Timur, sekarang Timor Leste, yang berlangsung pada 1975. Ia terpilih empat kali menjadi anggota dari pemimpin yang berbeda, yakni Soegito, Prabowo Subianto, Hotmangaraja Panjaitan, dan Joy Sihotang.
Usai menjalankan misi tersebut, Hermintoyo dipilih menjadi pengawal pribadi Presiden Soeharto.
" Suatu kehormatan buat saya, dua orang bulan Mei tahun 1979. Saya mendapat perintah untuk pengawal pribadi Pak Harto, wakilnya pak Adam Malik. Saya Sersan Dua dengan Benyamin Sersan Dua, ngawal pak Adam Malik dan Pak Harto. Bisa jadi dipilih sama pak Prabowo, tapi tidak tahu," kata Hermintoyo, dikutip dari kanal YouTube Beny Adrian.
Kala itu Hermintoyo masih berstatus sebagai Bintara. Ia telah mengabdi di Baret Merah Kopassus sejak 1966.
" Komandan pengawal pribadinya itu Kapten Syafrie Syamsudin. Saya begitu bergabung, laporan ke pak Syafrie, saya dikasih arahan karena saya kan Bintara," ujarnya.
Hermintoyo menambahkan, setelah mendampingi Presiden Soeharto ia diminta menjadi pengawal Umar Wirahadikusumah. Ia menjadi pengawal Soeharto dan Adam Malik sejak 1979 sampai 1984.
" Tahun 1984 pak Adam Malik ganti pak Umar Wirahadikusumah, saya ikut pak Umar separuh perjalanan. Terus saya sekolah Perwira," terangnya.
Kemudian, usai menamatkan pendidikan Perwira, ia kembali menerima tawaran jadi anggota Paspamres.
" Setelah sekolah Perwira, kembali ke grup satu di Serang (Baret Merah). Dari situ tahun 1989 itu ada permintaan lagi Paspamres pakai testing lagi, psikotes lagi di Tebet. Saya dulu sudah tidak mau jadi Paspamres, inginnya saya jadi Danramil. Ternyata nasib harus kembali ke Paspamres," ucap Hermintoyo.

Semenjak menjadi Paspamres, ia mulai banyak ditunjuk untuk mendampingi sampai penugasan ke luar negeri.
Hermintoyo lantas bisa ikut menapakkan kaki di Australia, Beijing, bahkan menghadiri hari istimewa Sultan Brunei Darussalam kala itu.
" Ikut pak Soedharmono pertama ke Beijing. Kedua pak Try Sutrisno ke Australia. Waktu di sana saya tim advance 10 hari di Sidney sama di Carnbera. Dari situ sama pak Try ke Brunei Darussalam juga. Undangan ulang tahun Sultan Brunei. Dari situ terus kita ke Italia sama pak Habibie, wakil Presiden," papar Hermintoyo.

Hermintoyo masih mengemban amanat sebagai pengawal pribadi bagi Wakil Presiden Habibie. Hingga di bulan Mei 1998, ia diminta untuk tetap menjaga Habibie.
" Setelah dari Italia, ada perintah bulan Mei 1998 untuk mengawal mantan wakil pak Try Sutrisno. Tapi karena 1998 itu masih rawan, saya dipertahankan ikut pak Habibie. Jadi waktu peristiwa lengsernya pak Harto itu, saya masih mendampingi pak Habibie," ungkap Hermintoyo.
Sampai di masa pensiunnya tahun 2002, Hermintoyo menjadi pengawal bagi Try Sutrisno. Bahkan ia menerima hadiah berupa rumah dan diberangkatkan haji dari sang mantan wakil presiden tersebut.
" Alhamdulillah beliau perhatian. Saya dikasih hadiah rumah sama pak Try Sutrisno di Jonggol, untuk Setneg dan pengawalnya. Dan saya tahun 2000 dapat perintah berangkat haji oleh pak Try," ujar dia.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan