Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kisah Nenek Tunanetra Kerja Jadi Pemecah Batu, Tetap Berbagi Meski Kekurangan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 30 April 2021 16:02
Kisah Nenek Tunanetra Kerja Jadi Pemecah Batu, Tetap Berbagi Meski Kekurangan
Mbah Tuminem mempunyai cita-cita ingin memberikan sembako kepada kaum dhuafa di sekitarnya.

Dream - Tak dapat dipungkiri, masih banyak masyarakat Indonesia berada di dalam keadaan ekonomi yang buruk. Kemiskinan seolah menjadi momok bagi masyarakat kecil yang harus berjuang demi melanjutkan kehidupannya.

Seperti Mbah Tuminem, di usia senjanya, ia harus tetap bekerja keras meski mendapatkan hasil yang begitu minim. Tak seberuntung orang lain, penglihatannya juga terganggu atau tunanetra.

Meski memiliki keterbatasan, ia tidak menyerah dengan keadaan. Di usianya yang 80 tahun, berjalan dengan kaki tertatih, ia tetap semangat menjalankan profesinya sebagai seorang pemecah batu.

1 dari 3 halaman

Harga Perkeranjang hanya Rp2500

Mbah Tuminem

Setiap harinya Mbah Tuminem harus pergi ke bantaran Kali Progo, Yogyakarat, untuk mencari batu yang nantinya akan dipecah olehnya. Dirinya sudah menjalani profesi ini selama 35 tahun.

Selama 35 tahun itu, banyak sekali rintangan yang dilewati Mbah Tuminem termasuk tanah licin yang cukup berbahaya bagi kesehatannya yang sudah tak prima lagi itu.

" Penglihatannya yang terganggu dan tanah licin sering membuat Mbah terjatuh, bahkan mbah pernah terserempet motor dan kakinya terluka," tulis keterangan dalam video singkat yang diunggah oleh akun Instagram @kitabisacom.

Penghasilan yang didapatkan dari pekerjaan sebagai seorang pemecah batu sangatlah jauh dari kata cukup. Bayangkan saja, satu keranjang batu Mbah hanya diberi harga Rp2500 saja, itupun jika sedang ada orang yang mau membelinya.

" Tapi kalau enggak ada yang beli, Mbah harus pulang dengan tangan kosong," lanjut keterangan yang ada dalam video.

2 dari 3 halaman

Tetap Berbagi Terhadap Sesama

Penghasilan minim yang didapati oleh Mbah Tuminem tak membuat dirinya berhenti melakukan tindakan mulia dan berhati besar. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat suka berbagi antar sesamanya dalam bentuk sedekah.

Mulai dari menyuapi anak-anak di sekitarnya makan nasi, membagikan orang disekitarnya nasi kotak ketika ada rezeki lebih. Meski dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya, Mbah Tuminem masih seringkali berbagi terhadap sesama.

Begitu mengharukan, ia juga mempunyai cita-cita ingin memberikan sembako kepada kaum dhuafa di sekitarnya.

Sumber: merdeka.com

3 dari 3 halaman

Videonya

Berikut video kisah Mbah Tuminem:

 

Beri Komentar