Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wang Peihong Dan Ibunya Feng Tiancai (CCTVNews)
Dream - Kisah kecintaan seorang anak pada ibunya ditunjukan seorang pria berusia 21 tahun. Menderita kanker darah (leukimia), Wang Peihong, memutuskan menghentikan pengobatan. Bukannya tak kuat dengan derita yang dialami, Wang justru ingin biaya berobatnya dipakai untuk membantu membiayai pernikahan sang ibu.
Cerita nyata ini muncul di kota Shouguang, Provinsi Shangdong. Wang didiagnosis mengidap leukemia pada tahun 2014. Demi kesembuhan putranya, keluarga Wang menguras hampir semua tabungan mereka.
Cobaan semakin berat karena ayah Wang telah meninggal dunia. Semua tanggungjawab hidup anaknya pun beralih kepada sang ibu, Feng Tiancai, yang menjadi pencari nafkah tunggal keluarga. Saban hari, Feng mengumpulkan uang dari hasil menanam sayuran.
Tak tega menyaksikan ibunya bekerja keras setiap hari, Wang membuat keputusan mengejutkan. Dia memutuskan menghentikan pengobatan. Uang pengobatan yang disiapkan tak mau lagi dipakai. Disumbangkan untuk membiayai upacara pernikahan ibunya dan ayah tirinya, yang bernama Wang Zhao Fu.
Ternyata kemulian Wang tak sampai disitu. Diam-diam Wang Peihong sejak tahun lalu juga telah mengumpulkan uang secara online. Dan hasilnya cukup untuk membiayai sebuah upacara pernikahan di rumah.
Niat Wang pun terlaksana. Disaksikan tetangganya, sang ibu akhirnya melangsungkan pernikahan mengharukan tersebut. Semua doa dipanjatkan untuk Feng yang tak kuasa menahan tangisan.
Pada momen spesial ini, Wang merasa pembalasan yang paling pantas diberikan pada jasa ibunya adalah dengan berlutut di hadapannya.
Wang menegaskan dirinya sama sekali tidak takut mati. Namun dia akan menyesal jika ibunya tidak ada yang merawat di masa depan. Dan ia berharap ibunya akan selalu bahagia bahkan setelah ia meninggal satu hari.
Sejak foto-foto ibu Wang dalam gaun pengantinnya itu beredar, ribuan hati netizens dengan banyak mengirimkan berkat mereka untuk dia dan ibunya.
" Anak-anak dengan berbakti; itu benar-benar memilukan. Semoga Anda cepat sembuh dan mendapatkan kembali kesehatan Anda, " kata @Sugelameidi.
" Ibu tunggal ini telah bekerja begitu keras, dan anaknya mendapat penyakit ini. Anak bersedia untuk melihat bahwa seseorang bisa merawat ibunya selama hidupnya. Berdoa untuk mereka dan mungkin dia akan sembuh, " tulis @Hongyan dalam komentar di Tencent, salah satu situs media sosial utama Cina.
" Saya berharap bisa ada keajaiban bagi Anda untuk menyembuhkan Anda dari leukemia. Berkah bagi Anda. Terus berjuang dan percaya bahwa besok akan jauh lebih baik, " ujar @Yibenzhengjing dalam komentarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya