Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Youtube.com/Joe Kal
Dream - Menghabiskan masa tua bersama dengan anak dan cucu merupakan harapan semua orang. Namun, hal ini tidak dapat dirasakan oleh Pak Edy.
Pria berusia 73 tahun ini tinggal sebatang kara di sebuah rumah yang sudah terbengkalai di daerah Semarang, Jawa Tengah.
Dalam sebuah video yang diunggah kanal YouTube Joe Kal disebut bahwa Pak Edy tidak dikunjungi anak-anaknya selama 20 tahun, tepatnya semenjak sang istri meninggal dunia di tahun 2003.
Pak Edy telah terbiasa dengan kesendiriannya. Dia bahkan mengaku tidak masalah dan menerima jika anaknya tidak pernah mengunjunginya.
Sehari-harinya, ia harus menjalani hidupnya di rumah tanpa listrik dan air yang bersih. Rumahnya pun terlihat seperti tak terurus.
Pak Edy mengaku sudah tinggal di rumah ini sejak tahun 1963. Dahulu ia tinggal bersama istri dan anak-anaknya.
Saat ini, ia sering mendapat sedekah dari teman-temannya maupun donatur lain yang memberinya bantuan untuk menyambung hidup.
Selain itu, ia juga mengungkapkan kalau ia masih ingin bekerja sebagai ojek. Namun terhalang karena tidak memiliki ponsel dan kendaraan.

Pak Edy memiliki tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Dua di antaranya sudah berumah tangga.
Satu anak laki-laki Pak Edy tinggal di Jakarta. Namun saat pandemi melanda, sang anak sempat pulang ke Semarang karena dirumahkan dari tempat kerjanya.
Namun, saat ini kedua anaknya telah meninggal dunia. Satu diantaranya berpulang saat adanya wabah Covid-19.
Ia mengungkapkan kesendiriannya ini merupakan ujian yang diberikan Tuhan kepadanya. Meskipun, sampai saat ini ia tidak mengetahui alasan mengapa sang anak tidak pernah mengunjunginya.
Meski begitu, ia selalu berdoa yang terbaik untuk anak dan cucunya dan mengampuni dosa-dosanya.
“ Saya sekarang berdoa Gusti Allah, bukan saya yang ingin ke surga, ampunilah dosaku, ampunilah dosa anak turun-turunku, berilah tempat yang sesuai dengan keimanannya,” ungkapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya