Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Cerita Sita Tyasutami Penyintas Corona 01, Tertekan karena Hoax

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Kamis, 30 April 2020 08:01
Cerita Sita Tyasutami Penyintas Corona 01, Tertekan karena Hoax
Sudah hampir sembuh, kondisinya mendadak drop akibat tekanan batin.

Dream - Sita Tyasutami, penyintas kasus pertama Covid-19 di Indonesia menceritakan pengalaman yang dihadapinya. Selain pengobatan medis, ia sempat membutuhkan dorongan psikologis selama perawatan.

Sita merupakan kasus 01 virus corona di Indonesia yang sudah dinyatakan sembuh. Ia dan ibunya menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso.

Sita mengaku mendapat tekanan batin usai diumumkan sebagai pasien positif Covid-19 pertama di Indonesia.

" Saat itu kami merasakan tekanan, karena ada rasa shock dan takut. Kemudian ada tekanan eksternal dari media dan rakyat Indonesia. Jadi saat itu saya mengalami tekanan batin luar biasa," ungkap Sita di peluncuran online layanan psikologi Sehat Jiwa (Sejiwa) bersama Kantor Staf Kepresidenan, Rabu 29 April 2020.

Sita yang saat itu sudah membaik, kembali jatuh sakit karena mengalami tekanan psikologis.

" Waktu itu gejala saya hanya tinggal batuk kering. Tapi setelah foto dan identitas saya terkuak, gejala yang sudah hilang akhirnya balik lagi selama seminggu," ujar Sita.

1 dari 3 halaman

Gara-gara Hoax

Menjadi bahan sorotan di tengah pandemi memengaruhi kondisi imunitas Sita. Tekanan psikologis membuat daya tahan tubuhnya drop dan kembali sakit.

Sita Tyasutami

Menurut Sita, tekanan juga datang dari hujatan raykat yang termakan oleh hoax atau berita bohong.

" Saat itu dengan segala yang memutarbalikkan semua fakta yang sebenarnya, saya mengalami tekanan batin yang luar biasa. Hujatan rakyat itu juga dikarenakan oleh hoax dan kepanikan," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Ditelepon Psikolog Berjam-jam

Sita memutuskan untuk mencari bantuan psikolog. Ia pun menelepon sang psikolog yang juga merupakan temannya. Mereka berbicara selama berjam-jam untuk memulihkan kondisi batin.

" Waktu keluar dari rumah sakit saya mental breakdown. Seharian penuh saya telepon berjam-jam menceritakan pengalaman saya ke psikolog sampai tenang," tuturnya.

Kondisi mental Sita berangsur-angsur membaik bersamaan dengan fisiknya. " Awalnya tensi naik, tidak bisa napas padahal sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit."

3 dari 3 halaman

Layanan Psikologis untuk Pasien Covid-19

Menurut Sita, pasien Covid-19 membutuhkan layanan psikologis yang dapat mendampingi mereka jika mengalami tekanan batin.

Pemerintah turut meluncurkan layanan resmi psikologi Sehat Jiwa (Sejiwa) untuk melindungi para pasien.

" Sejiwa ini merupakan layanan psikologi untuk kesehatan jiwa. Layanan ini diberikan dalam bentuk konseling dan edukasi. Ini sangat penting karena masyarakat menghadapi situasi tidak menentu," tutur Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Beri Komentar