Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kakak Peluk Jasaad Adiknya (Twitter @HansrajMeena)
Dream - Sudah sering kita dengar kisah nestapa kaum papa saat berobat ke rumah sakit. Ongkos berobat yang tidak murah benar-benar tidak terjangkau, termasuk biaya membayar ambulans.
Seperti kisah yang terjadi di Madya Pradesh, India, berikut ini. Seorang bocah berusia delapan tahun duduk di pinggir Jalan Morena dengan memeluk jasad sang adik, yang meninggal dunia di rumah sakit dalam usia dua tahun.
Ayah mereka, Poojaram Jatav, sudah putus asa mencari ambulans untuk membawa jenazah, Raja, anaknya yang meninggal dunia.
Jatav sebelumnya membawa Raja ke Rumah Sakit Distrik Morena, sekitar 450 km sebelah utara Bhopal, setelah dirujuk oleh rumah sakit setempat dengan ambulans.
Anak itu menderita anemia dan asites, pembengkakan perut yang disebabkan oleh penumpukan cairan, paling sering berhubungan dengan penyakit hati. Raja meninggal selama perawatan. Tapi ambulans yang membawa mereka sudah kembali.
Jatav yang malang dan tak berdaya memohon di depan pengelola rumah sakit untuk mendapat ambulans guna membawa mayat putranya kembali ke desanya, tetapi permintaannya ditolak.
Setelah ditolak ambulans oleh pengelola rumah sakit, pria itu keluar dari rumah sakit dengan tubuh anaknya dan duduk di jalan. Dia tidak dapat menemukan kendaraan apa pun dan tidak memiliki cukup uang untuk membayarnya di luar.
Jatav tidak punya pilihan lain dan memutuskan untuk meninggalkan putra sulungnya, Gulshan, dengan tubuh di luar rumah sakit untuk mencari tumpangan pulang.
Selama setengah jam, Gulshan duduk di pinggir jalan. Dia memangku kepala adik laki-lakinya yang sudah meninggal, matanya menatap ke luar untuk menunggu ayahnya kembali.
Gulshan membelai tubuh, mengusir lalat, satu atau dua air mata mengalir di pipinya. Keberadaan Gulshan dan mayat adiknya menarik kerumunan hingga akhirnya seseorang memberi tahu pihak berwenang.
Sementara itu, petugas polisi, Yogendra Singh, mengambil mayat itu dan mengantarnya pulang ke rumah sakit di daerah asalnya.
ये विचलित कर देने वाली तस्वीर मध्यप्रदेश के मुरैना जिले की है। जहां 8साल का बच्चा अपने छोटे भाई की लाश गोद में रखे हुए है। पिता लाश को घर ले जाने के लिए सस्ता वाहन तलाश रहा है। ये है मध्यप्रदेश की स्वास्थ्य सुविधाओं की हकीकत। दुखद। सीएम @ChouhanShivraj शर्म आनी चाहिए। धिक्कार है। pic.twitter.com/R7HhmvRx5o
— Hansraj Meena (@HansrajMeena)July 10, 2022
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya