Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: English.aawsat.com)
Dream - Seorang wanita Suriah yang terpikat ke Libanon dengan janji diberi pekerjaan menceritakan pengalaman kelamnya ketika dipaksa menjadi budak seks. Di tempat barunya, wanita tersebut dipukuli dan diperkosa hingga 10 kali sehari.
Rama, 24, meninggalkan Suriah yang diamuk perang dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Namun dia ditipu ketika ada yang menawarkan pekerjaan di Libanon. Rama diberitahu dia akan memperoleh pendapatan hingga 700 poundsterling (sekitar Rp 12,3 juta) jika pergi ke Libanon dan bekerja sebagai pelayan di sana.
Namun, ketika tiba di negara itu, dia dipaksa menjadi budak seks dan dijadikan pelacur di sebuah rumah bordil.
Di rumah itu, dia sering dipukuli dan dilarang keluar. Dia bahkan pernah melihat rekannya dipaksa aborsi karena hamil setelah berhubungan intim tanpa memakai pengaman.
Bukan Satu-satunya....
© Dream
Dream - Rama bercerita para penghuni rumah bordil itu dipaksa untuk melayani hingga 10 tamu sehari. Penderitaan mereka semakin bertambah saat banyak tamu di akhir pekan.
Namun, setelah sembilan bulan di rumah itu, Rama berhasil melarikan diri. Dia dan kelima rekannya sempat berkelahi dengan seorang petugas jaga wanita di rumah itu sebelum lari lewat pintu belakang.
Akhirnya jaringan pedagang budak seks itu terbongkar, dan sebanyak 75 wanita Suriah dibebaskan dari rumah itu. Ini adalah operasi pemberantasan perdagangan seks terbesar dalam sejarah Libanon.
© Dream
Dream - Sekarang Rama, bukan nama sebenarnya, bercerita tentang pengalaman kelamnya selama disekap di rumah bordil Chez Maurice yang dijalankan oleh Imad al-Rihawi, mantan penyidik di dinas intelijen Angkatan Udara Suriah.
" Kami adalah budak yang sebenarnya. Karena ketika kami dipukuli, saya selalu mengatakan 'Tuhan, tolong selamatkan kami'. Dan orang yang menyiksa saya akan berkata 'Kamu pelacur, kamu pikir Tuhan akan menyelamatkan seorang pelacur?'," kata Rama kepada Guardian.
" Dan dia akan memukuli saya lagi. Kami bahkan sulit mengatakan kata Allah, bahkan di dalam hati kami."
Sekarang, meskipun penderitaannya telah berlalu, Rama tidak berencana untuk berbagi pengalamannya dengan saudara-saudaranya.
© Dream
Dream - Kisah Rama terkuak setelah sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa perbudakan anak, pelacuran dan koran seksual sangat marak di antara pengungsi Suriah di Lebanon.
Dr Katharine Jones dari Universitas Coventry melaporkan bahwa Lebanon memiliki masalah 'pekerja anak' terburuk dan pernikahan paksa anak-anak yang terus meningkat.
Dia juga mengklaim bahwa banyak gadis-gadis di bawah umur yang menjadi buruh pabrik dan penggarap lahan pertanian berakhir sebagai pelacur anak.
(Sumber: dailymail.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya