Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Olga Semidyanova (Twitter @raging545)
Dream - Invasi Rusia membuat banyak warga Ukraina turut angkat senjata. Tidak hanya kaum pria, para wanita, bahkan emak-emak, tak ketinggalan mengangkat senapan melawan tentara Rusia.
Salah satunya adalah Olga Semidyanova. Ibu 12 anak itu terjun ke medan perang sebagai tenaga medis. Namun sayang, wanita 48 tahun itu tewas karena terluka parah.
Olga tertembak pada bagian perut dalam baku tembak di dekat Kota Donetsk. Menurut The Sun, jasadnya belum dievakuasi sebab hingga Rabu 16 Maret 2022 masih terjadi kontak tembak.
" Dia menyelamatkan tentara hingga akhir hayat. Kami mendapat foto dari tempatnya meninggal, tapi karena pertempuran sengit kami masih belum bisa mengubur ibu kami," kata putrinya, Julia.
Pemerintah Ukraina memberikan penghormatan kepada Olga. Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko, mengatakan, " Dia dibunuh dalam konfrontasi dengan preman Rusia."
" Bahkan ketika dia yakin resimennya mungkin tidak akan bertahan, dia menguatkan tekadnya untuk melindungi negara sampai akhir. Dia adalah pahlawan nasional. Dia adalah pahlawan bagiku," lanjut Anton.
Olga tinggal di kota Marhanets, sekitar 150 mil dari tempat dia meninggal. Dia sebelumnya telah dianugerahi gelar Ibu Pahlawan, diberikan kepada ibu yang memiliki lebih dari lima anak.
Olga merupakan ibu 12 anak. Enam di antaranya merupakan anak kandung, enam lainnya merupakan anak yatim piatu yang dia adopsi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya