Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Nasib tragis dialami seorang perempuan hamil di Peshawar, Pakistan. Gara-gara menuruti saran tabib palsu, dia harus mengalami luka parah di kepalanya.
Menurut Geo News, tabib palsu tersebut memberi saran agar wanita itu memaku kepalanya supaya kelak melahirkan bayi laki-laki. Menurut laporan, perempuan itu ditekan suaminya untuk melahirkan anak laki-laki.
Perempuan malang itu telah punya tiga anak perempuan. Sang suami mengancam menceraikannya dan jika perempuan itu gagal melahirkan anak laki-laki.
Perempuan itu juga menjalani USG yang mengungkapkan bahwa dia akan melahirkan seorang anak perempuan lagi. Setelah itulah perempuan itu memutuskan mengunjungi tabib palsu sebagai pilihan terakhir.
Celakanya, sang tabib palsu memberi masukan yang tidak rasional. Tabib abal-abal itu menyarankan wanita itu untuk memaku kepalanya sehingga kelak mendapatkan anak lelaki.
Perempuan yang sudah pikirannya sudah buntu itu menurut saja saran tabib palsu tersebut. Jadilah kepalanya dipaku sehingga terluka parah pada Selasa pekan lalu.
Dengan paku menancap di kepala, perempuan itu dibawa ke Rumah Sakit Lady Reading. Dia menjalani operasi untuk mencabut paku tersebut.
Haider Suleman, ahli bedah saraf yang merawat prempuan itu, mengatakan bahwa pasiennya mengalami cedera kepala yang serius.
Menurut pejabat polisi setempat, polisi telah mendapatkan nama wanita dan suaminya melalui catatan rumah sakit. Namun, tidak ada catatan nomor identitas elektronik mereka.
Inspektur itu menambahkan, pasangan tersebut tinggal di Peshawar dan polisi melacak mereka. Tim investigasi telah dibentuk di bawah kota SP untuk tujuan tersebut.
Polisi juga memeriksa rekaman CCTV rumah sakit. " Polisi tidak mengetahui kejadian itu karena tidak ada yang mengajukan pengaduan," tambah pejabat polisi tersebut.
Polisi Kota Peshawar (CCPO), Abbas Ahsan, mengatakan, petugas telah diarahkan untuk menemui korban untuk menasihatinya dan mendapatkan rincian insiden tersebut. " Tindakan hukum akan diambil terhadap suaminya dan para pelaku yang terlibat. "
Menurut Psikolog Uzma Ali, kurangnya pendidikan menjadi alasan utama masalah ini. Dia menyebut orang-orang di sekeliling perempuan itu, yang bersalah dalam insiden ini harus ditangkap karena mengambil keuntungan dari orang tak berdaya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan