Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
China Eastern Airlines (Shutterstock.com)
Dream - Sebanyak 132 orang menumpang pesawat China Eastern Airlines yang jatuh pada Senin pekan lalu. Tiga di antaranya adalah sekeluarga: bapak, ibu, dan anak bayi mereka.
Dalam artikel yang diunggah laman China Youth Daily, seorang netizen dengan nama samaran Wang Baiyang menulis bahwa saudara perempuannya, Gu Hanyu; saudara iparnya, Guo Zengqiang; dan keponakannya, Yumo; berada dalam pesawat yang terbang dari Kunming ke Guangzhou tersebut.
Gu berusia 26 tahun. Suaminya, Guo, berusia 28 tahun. Sedangkan Yumo masih berusia 18 bulan. Menurut Wang, penerbangan itu merupakan yang pertama bagi keluarga pasangan Gu dan Guo tersebut.
Pasangan tersebut terbang ke Guangzhou untuk menjalani operasi bagi gadis cilik mereka, yang memiliki fistula parotid di lehernya. Keluarga itu seharusnya naik penerbangan pagi itu, tetapi dibatalkan.
Sebelum Boeing 737-800 lepas landas, saudara Gu mengirimi keluarganya dua video putrinya. Satu menunjukkan Yumo melompat-lompat di ruang tunggu bandara, sementara yang lain menunjukkan Yumo cekikikan dan bermain ciluk ba dengan topengnya.
" Selama dua hari terakhir, saya merasa seperti sedang bermimpi. Saya selalu merasa bahwa saya akan bangun keesokan harinya, dan saudara perempuan saya akan menelepon saya," tulis Wang.
" Kakak, bukankah kita mengatakan bahwa kita akan selalu ada untuk satu sama lain? Siapa yang memberimu izin untuk meninggalkan aku dan keluarga ini?" tambah Wang.
Menurut Wang, saudara perempuannya terlahir tuli. " Sepupu saya dan saya takut membayangkan bahwa ketika pesawat jatuh, apakah itu akan mempengaruhi penggunaan normal alat bantu dengar saudara perempuan saya? Apakah saudara perempuan saya akan sakit kepala?"
Wang mengatakan, Gu dan Guo bertemu pada kencan buta dan menikah dalam upacara sederhana dengan hanya beberapa meja makan yang disiapkan. " Saudara ipar saya jujur, tidak banyak bicara, dan sangat baik kepada anak dan saudara perempuan saya," tulis Wang.
Untuk saat ini, Wang berharap menerima lebih banyak informasi tentang apa yang menyebabkan kecelakaan itu.
" Ketika ayah saya mengetahui kecelakaan pesawat, dia langsung pingsan dan bangun beberapa menit kemudian. Keluarga kami belum memejamkan mata selama tiga hari, dan kami semua ingin kesimpulan sesegera mungkin - untuk mengetahui apa yang terjadi pada mereka," tulis Wang.
Sumber: Insider.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya