Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kisah Sedih Ibu Tak Mampu Bayar Baju Lebaran Buat Anak
Dream - Gara-gara janji manis teman, keinginan seorang ibu untuk membelikan baju Lebaran melalui toko online untuk anak-anaknya terpaksa dibatalkan.
Penjual pakaian dan aksesori anak-anak Siti Rohaya Zainol mengatakan hal itu terjadi pada pelanggannya yang memesan melalui toko online miliknya pada 20 April.
Ia mengatakan, ibu tersebut memesan baju kurung kedah untuk anak-anaknya lengkap dengan ikat kepala yang akan dibayar COD.
Namun keinginan untuk membahagiakan anaknya itu terpaksa dibatalkan karena temannya yang meminjam uang menunda membayar utangnya.
Padahal Siti mengaku sudah memproses pesanan ibu tersebut dan sudah siap untuk mengirimkan paketnya pada 22 April.
" Tiba-tiba dia membatalkan setelah mendapat notifikasi pesanannya sudah diproses dan siap untuk dikirimkan penjual," kata Siti.
Karena melihat ibu itu membatalkan pesanan tiba-tiba, Siti mengirim pesan dan menanyakan alasan sekaligus memastikannya.
Namun saat itu ibu tersebut tidak membalas pesan yang dikirimkan Siti. Pesanan pun dibatalkan sesuai permintaan ibu itu.
" Saya pun membatalkan pesanan sesuai permintaannya sambil mengirimkan foto barang yang sudah dikemas...takut tiba-tiba pelanggan berubah pikiran," ujar Siti.
Keesokan harinya ibu itu baru membalas pesan Siti. Sambil meminta maaf, ibu itu mengutarakan alasan kenapa membatalkan pesanannya.
Ibu itu takut ketika barang yang dipesannya datang, dia tidak ada uang untuk membayar. Ibu itu sebenarnya akan memakai uang yang dipinjam temannya.
Temannya janji akan membayar utangnya. Tapi hingga hari ketika ibu itu mau bayar COD, temannya tiba-tiba sulit dihubungi dan seolah menghilang entah ke mana.
Mendengar penjelasan ibu itu, hati Siti jadi tersentuh. Siti akhirnya tetap mengirim paket baju anak-anak yang dipesan ibu itu dengan niat sedekah.
Apalagi pakaian yang dikirimkannya akan membuat anak-anak ibu itu bisa ikut merayakan suasana Lebaran dengan memakai baju baru.
" Jadi saya tetap kirim paket baju anak-anak itu, ditambah dengan sepasang baju peplum warna pink.
" Saat itu saya tidak sempat memberitahukan kepada ibu itu dan langsung mengirimkannya begitu saja," jelas wanita 36 tahun ini.
Setelah mengirim paket, Siti langsung pergi untuk urusan kerja. Keesokan harinya Siti baru memberitahu ibu itu.
" Saya bilang sudah mengirimkan paketnya dan baju-baju di dalamnya bisa dipakai anak-anaknya berlebaran.
" Ibu itu sangat terharu dan sedih karena Lebaran kali ini hanya bisa bersama ana-anak sebab ada masalah keluarga," ujar Siti.
Mengenai aksinya itu Siti mengaku bukan untuk menarik simpati agar jualan online miliknya laku.
Tapi semua itu dilakukan karena dia merasa sedih melihat masalah yang menimpa pelanggannya itu.
" Seringkali pelanggan yang membatalkan pesanan karena takut tidak sampai sebelum tanggal yang diinginkan.
" Tapi dia berbeda, dia membatalkan karena khawatir tidak ada uang untuk membayar," sambungnya.
Siti mengaku jualan baju anak-anak yang diusahakannya itu hanyalah kerja sambilan untuk menambah penghasilan kakaknya.
Dia sendiri sudah punya penghasilan yang mapan sebagai manajer di sebuah perusahaan konstruksi.
Sumber: mStar
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan