Jemaah Umroh RI Jalani Hukum Cambuk 100 Kali di Saudi

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 12 Juli 2016 15:33
Jemaah Umroh RI Jalani Hukum Cambuk 100 Kali di Saudi
SP tinggal menunggu waktu untuk dapat pulang ke Tanah Air. Saat ini, Mahkamah Mekah tengah memproses surat perintah pembebasan SP.

Dream - Jemaah umrah lanjut usia Indonesia di Arab Saudi, SP, sudah mendapat hukuman dari Pengadilan setempat. Dia harus mendekam di penjara selama delapan bulan dan dicambuk sebanyak 100 kali karena dituduh melakukan perbuatan asusila.

Pelaksana Fungsi Konsuler Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Rahmat Aming mengatakan pengadilan menyatakan SP terbukti bersalah melakukan tindak pidana asusila.

Putusan itu diakui memang terdapat kejanggalan jika dilihat menggunakan pandangan hukum Indonesia.

" Saat ini yang bersangkutan sudah menjalani masa hukuman dan pihak penjara sedang mengurus administrasi dan keimigrasian yang bersangkutan," ujar Rahmat melalui keterangan tertulis diterima Dream, Selasa, 12 Juli 2016.

Rahmat mengatakan SP tinggal menunggu waktu untuk dapat pulang ke Tanah Air. Saat ini, kata dia, Mahkamah Mekah tengah memproses surat perintah pembebasan bagi Sarman.

" Pembebasan dan kepulangan yang bersangkutan tinggal menunggu surat perintah pembebasan dari Mahkamah Mekah," tulis dia.

Selanjutnya, Rahmat mengatakan KJRI selalu mendampingi SP dalam menjalani persidangan dan menghargai putusan yang dijatuhkan Mahkamah Mekah.

" Namun jika nanti ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip dasar 'fair trial', KJRI akan segera menyampaikan hal itu kepada Pemerintah Arab Saudi melalui saluran diplomatik," tulis dia.

Sarman ditangkap aparat polisi Masjidil Haram pada 3 Desember 2015. Kala itu, SP tengah menjalankan ibadah umrah dan berangkat ke Tanah Suci menggunakan jasa biro perjalanan. 

Sarman dituduh melalukan perbuatan asusila sesama jenis dengan Warga Negara Yaman atas nama Najib Ahmad Said di toilet Masjidil Haram.

Pengadilan menyatakan tuduhan itu terbukti secara sah. Ini diperkuat dengan keterangan saksi dari petugas intel kepolisian. (Ism) 

Beri Komentar