Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menkominfo Rudiantara (Foto: Kemkominfo)
Dream - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menutup ribuan akun sosial media dan website. Penutupan itu dilakukan sebelum dan selama pembatasan akses sejumlah fitur media sosial dan percakapan instan.
Menkominfo, Rudiantara mengatakan, pemblokiran dilakukan atas kerja sama dengan penyedia platform.
" Itu juga ditempuh. Misalnya, saya telah berkomunikasi dengan pimpinan WhatsApp, yang hanya dalam seminggu sebelum kerusuhan 22 Mei lalu telah menutup sekitar 61.000 akun aplikasi WhatsApp yang melanggar peraturan," kata Rudiantara, di laman resmi Kominfo, Selasa 28 Mei 2019.
Rudiantara mengatakan, Kominfo telah menutup 551 akun Facebook, 848 akun Twitter, dan 640 akun Instagram, dan 143 akun Youtube. Selain media sosial itu, Kemkominfo juga menutup satu alamat website dan LinkedIn.
Rudiantara menyebut, pemblokiran itu dilakukan agar sebaran konten hoaks dan fitnah serta provokasi dapat diminimalkan.
" Jangan lelah untuk mengimbau agar masyarakat dan teman-teman di sekitar kita berhenti menyebarkan konten yang mengandung hoaks, fitnah, maupun provokasi untuk melanggar aturan atau hukum. Tentu saja harus kita mulai dari diri sendiri," kata dia.
Meski langkah ini menuai kritik, Rudiantara mengklaim, sejumlah negara telah menerapkan blokir serupa. Dia menyontohkan posisi Iran yang pernah menutup akses Facebook pada 2009 usai kemenangan Ahmadinejad.
Selain itu, ada pula Sri Lanka yang menutup akses Facebook dan WhatsApp untuk meredam serangan dampak bom gereja. Sebab, dengan beredarnya kabar hoaks, banyak umat Islam di Sri Lanka akan jadi sasaran serangan kekerasan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya