Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Anjing Liar Makan Mayat Covid-19 (Foto: Dailystar.co.uk/Newsflash)
Dream – India mengalami lonjakan kasus Covid-19. Negeri Hindustan itu bahkan kewalahan mengurus jenazah pasien Covid-19 yang mengantre di krematorium.
Di kota Uttarkashi, Uttarkhand, jenazah-jenazah pasien Covid-19 terlihat hanyut di Sungai Bhagirathi. Mirisnya lagi, jasad-jasad yang tersangkut di tepi sungai ada yang dimakan anjing liar.
Laman MailOnline melaporkan, ada penduduk setempat yang sedang melukis di tepi sungai turut melihat anjing-anjing tengah memakan jasad-jasad pasien Covid-19. Penduduk setempat berharap pemerintah segera mengatasi penumpukan mayat.

Keberadaan mayat-mayat pasien Covid-19 di sungai tentunya menjadi permasalahan serius jika tidak segera ditangani. Air sungai yang mengalir mudah sekali membawa virus berbahaya tersebut hingga akhirnya menyebar lebih jauh.
Penduduk sekitar kini khawatir virus corona bakal menyebar melalui air dan anjing-anjing liar yang memakan jasad pasien Covid-19 tersebut.
Air sungai memang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari setiap penduduk, baik untuk mencuci, mandi, hingga memasak. Sehingga sangat berbahaya jika tercemar oleh virus corona dan berpotensi menambah jumlah korban.
Dari rekaman yang beredar, terlihat petugas-petugas dengan APD lengkap membuang mayat ke Sungai Rapti di Balrampur, Uttar Pradesh. Pihak berwenang menyatakan bahwa mungkin saja pihak keluarga korban tidak mendapatkan tempat untuk melakukan kremasi bagi keluarga mereka. Atau bisa juga karena faktor ekonomi, di mana tidak mampu untuk membiayai upacara kematian.
Selama sebulan terakhir, India sedang berjuang untuk melawan gelombang ke tiga virus corona. Walaupun jumlah kasus Covid-19 telah mengalami penurunan, negara itu juga mengalami peningkatan jumlah kematian harian selama berminggu-minggu. Sehingga menumpuknya korban meninggal pun tak bisa dihindari lagi.

Hingga saat ini data mengenai Covid-19 untuk kasus hariannya telah mencapai lebih dari 127.000 dengan rata-rata 3.500 selama seminggu terakhir. Presiden Kotamadya di Uttarkashi, Ramesh Semwal, telah memberikan perintah agar pemerintah setempat merawat mayat-mayat yang hanyut atau terdampar di sungai.
“ Selama beberapa hari terakhir, jumlah kematian telah meningkat di daerah kami. Saya juga mengetahui bahwa mayat tidak dibakar dengan benar, jadi saya telah mengarahkan administrasi untuk mengatur di Kedar Ghat untuk kremasi setengah terbakar,” jelas Ramesh Semwal.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan