Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Gempa Cianjur (Foto: Merdeka.com)
Dream - Empat hari yang lalu gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bencana yang merenggut ratusan nyawa tersebut masih menyisakan kisah pilu.
Salah satunya dengan penemuan jenazah ibu dan anak yang tertimbun longsor di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Keduanya ditemukan dalam kondisi sedang berpelukan.
Warga Cianjur itu ditemukan bersama tiga jenazah lainnya setelah polisi dan Basarnas mengerahkan anjing pelacak atau K9.
" Dua dari lima jenazah yang ditemukan itu adalah ibu dan anak yang sedang berpelukan saat tim menemukannya," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 25 November 2022.
Proses evakuasi lima jenazah dikatakan Dedy tidaklah mudah. Karena lokasi penemuan jenazah cukup sulit dijangkau yang terletak di bawah dan dekat sungai.
" Pengangkatan jenazah dilakukan menggunakan tandu bambu oleh enam orang personel gabungan di TKP," ungkapnya.
Setelah dievakuasi, kelima jenazah yang ditemukan tersebut langsung dibawa ke RSUD Sayang Cianjur untuk proses identifikasi. " Kelima jenazah itu langsung dibawa ke RSUD Sayang untuk proses identifikasi," ujarnya.
Mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan, Polri dan tim gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi yang dilakukan sejak pagi hingga malam hari.
" Kami tidak akan berhenti sampai di sini, Polri dan tim gabungan bakal terus melakukan pencarian terhadap seluruh korban gempa bumi dan longsor di Cianjur," tutupnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari BNPB hingga hari Kamis sore, 24 November 2022, tercatat korban meninggal bertambah menjadi 272 orang. Dari 272 korban tersebut, 165 jenazah berhasil diidentifikasi. Sementara, 107 jenazah lainnya masih terus diidentifikasi.
Dream - Azka, bocah berusia enam tahun korban gempa Cianjur ditemukan dalam kondisi selamat setelah tertimbun reruntuhan gempa selama 3 hari 2 malam.
Ditemukan Rabu, 23 November 2022 pukul 11.15 WIB, tubuh Azka terhimpir tembok rumahnya yang ambruk akibat gempa bumi Cianjur beberapa hari lalu. Tembok yang runtuh itu masih tertahan tembok lain sehingga tidak menimpa bocah malang tersebut.
Azka terkurung dalam reruntuhan gempa selama sekitar 60 jam tanpa makan dan minum.
“ Anak laki-laki ini bernama Azka, ditemukan di sebelah neneknya yang meninggal dunia,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Rabu 23 November 2022.
Azka merupakan satu dari ratusan orang yang sebelumnya dinyatakan hilang usai bencana gempa melanda wilayah Cianjur, Jawa Barat.
Bocah tersebut merupakan warga Kampung Rawa Cina, Desa Nagrak, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Adapun Kecamatan Cugenang merupakan wilayah paling parah terdampak akibat gempa Cianjur.
Untungnya, bangunan rumahnya yang ambruk itu tidak menimpa Azka dan menimbulkan luka. Pasalnya, tembok yang ambruk di rumah Azka masih tertahan oleh tembok yang setengahnya telah ambruk sehingga menciptakan ruang sempit, tempat di mana Azka berdiam di balik reruntuhan.
Kini Azka telah selamat dan menjalani perawatan medis di RSUD Cianjur yang terletak di Tenda C. Paman Azka, Wahyudin (29), saat itu menunjukkan kepada personel Tim SAR di mana Azka diduga berada terakhir kalinya sebelum gempamelanda.
Menurut Wahyudin, Azka berada di kamarnya yang kini bangunannya telah ambruk. " Kan kalau jam-jam segitu, Azka itu biasanya tertidur di kamarnya sendirian," kata Wahyudin.
Akhirnya para personel dari Tim SAR mencoba membobol tembok kamar yang telah ambruk di rumah Azka. Yang ditemukan adalah kayu lapis atau tripleks. Akan tetapi, saat itu pula ditemukan ada tanda-tanda kehidupan.
Saat itu, Azka mulai melihat cahaya dan tangan-tangan dari petugas Tim SAR yang berusaha meraihnya. Dan akhirnya Azka berhasil dikeluarkan dari reruntuhan bangunan dan langsung diserahkan ke pamannya.
Suasana bahagia sekaligus haru pun menyelimuti detik-detik penyelamatan Azka sebagai titik harapan warga lainnya. Pasalnya, di desa tersebut banyak warga masih dinyatakan hilang.
Meski Azka selamat, ibu kandungnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan ayah kandungnya tengah dalam perjalanan dari Bandung ke Cianjur setelah mendengarkan kabar Azka selamat.
Sumber:Liputan6.com
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya