Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bandara Hantu Dari India (businessinsider)
Dream - Habiskan uang US$ 17 juta selama 2,5 tahun, bandara di Jaisalmer, sebuah kota terpencil di bagian barat negara bagian Rajashthan, tetap tidak menunjukkan aktivitas layaknya bandara di kota kecil.
Tidak satu pun penumpang pernah melewati pintu gerbang bandara yang cukup besar untuk menangani lebih dari 300 ribu wisatawan setahun. Bandara ini sendiri mampu menampung sekitar tiga pesawat dengan daya angkut 180 penumpang.
Sejak 2009, India telah menghabiskan lebih dari US$ 50 juta untuk membangun delapan bandara namun tidak satu pun yang berfungsi. Tak pelak, kondisi ini menjadi peringatan bagi Perdana Menteri Narendra Modi dalam upayanya mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, bandara-bandara besar di India yang penuh sesak telah memperlambat kemampuan maskapai negara itu untuk memperluas jangkauan di mana mereka harus mendukung pertumbuhan ekonomi.
" Mereka (pemerintah) perlu menyadari itu bukan kasus 'membangun bandara dan kami akan datang'," kata Sanjiv Kapoor, CEO maskapai SpiceJet seperti dikutip laman Arabnews, Minggu, 22 Agustus 2015. Penerbangan swasta tahun lalu berhenti terbang ke bandara baru di kota Mysore di India selatan karena kurangnya permintaan.
Terminal-terminal 'bandara hantu' di India dibangun sebagian besar oleh pemerintah sebelumnya, yang berencana membangun sebanyak 200 bandara baru. Kala itu dorongan begitu kuat seiring meningkatnya perjalanan udara dan kebutuhan menghubungkan daerah terpencil.
Tapi kosongnya meja check-in dan ruang bagasi menjadi bukti kebijakan berisiko Modi yang hanya menguntungkan pengusaha lokal bermodal besar dan hanya membangun tanpa disertai strategi yang terpadu.
" The AAI (Otorita Bandara India) telah berinvestasi di beberapa bandara tanpa logika ekonomi," kata Kapil Kaul, kepala eksekutif di konsultan penerbangan Center for Aviation (CAPA) yang berbasis di Delhi.
Menurut data resmi, lebih dari setengah dari 100 bandara domestik yang dioperasikan oleh AAI tidak memiliki jadwal penerbangan tahun ini. Meskipun beberapa bandara yang lebih tua usianya dirancang terutama untuk pesawat carteran.
Pembangunan bandara yang terburu-buru membuat bandara besar India, yang mencakup empat perlima dari lalu lintas udara negara itu, menjadi jenuh. Pertumbuhan jumlah penumpang di India 20 persen per tahun, menjadi 38,8 juta penumpang pada semester pertama tahun 2015.
Rencana pembangunan hub kedua di ibukota keuangan Mumbai sudah tertunda bertahun-tahun sementara pemerintah saat ini tengah berjuang untuk memprivatisasi empat bandara besar untuk mendanai ekspansi mereka.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya