Dream - Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) menyayangkan turunnya kualitas layanan transportasi jemaah haji, khususnya rute Madinah-Mekah. KPHI menilai tindakan efisiensi anggaran untuk pelayanan yang semula upgrade menjadi non-upgrade menjadi sumber masalahnya.
Komisioner KPHI Agus Priyanto mengatakan jika anggaran untuk 'upgrade' bisa cair maka problem bus jemaah yang mogok dapat dihindarkan. Sebab, dengan 'upgrade' layanan haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dapat menentukan naqabah (organda) sesuai kebutuhan.
" Jika non-upgrade, PPIH tidak bisa memilih karena yang menentukan adalah naqabah," katanya melalui pesan singkat kepada Dream.
Agus menambahkan, saat kunjungan praoperasional haji bulan Juli, KPHI sudah mengecek kelaikan bus. Dari bus contoh Abu Sarhad yang ditinjau, KPHI menilai kondisi armada bus tersebut tidak layak.
" Bodi bawah bus sudah keropos. Padahal, waktu itu KPHI sudah mendesak naqabah untuk memberikan bus yang bagus," jelasnya.
Perusahaan bus yang melayani jemaah haji tanah air adalah Abu Sarhad, Hafil, Qawafil, Makkah, Almadina Pilgrims Transportation, dan Saptco. Di antara enam itu, bus-bus milik Abu Sarhad dan Hafil sudah berumur tua dan usang. Bahkan,menurut Agus, bus milik Abu Sarhad dikenal memiliki kualitas buruk.
" Armada bus Abu Sarhad sudah pernah di-black list tiga tahun lalu," pungkasnya.
Advertisement

Pluang Luncurkan Saham Indonesia, Gabungkan Akses Pasar Global dan Domestik dalam Satu Aplikasi


MEMAHAMI HPV PADA ANAK LAKI-LAKI: MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN GENERASI MASA DEPAN

Dukung Kartini Masa Kini, Sasa Hadirkan Solusi Masak Lezat Habis Tanpa Sisa

Dukung Kartini Masa Kini, Sasa Hadirkan Solusi Masak Lezat Habis Tanpa Sisa

MEMAHAMI HPV PADA ANAK LAKI-LAKI: MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN GENERASI MASA DEPAN
