Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dewi Sangat Bersyukur Dengan Kebahagiannya Kini
Dream - Mengenakan hijab memang sebuah kewajiban bagi seorang muslimah. Dengan menutup aurat, wanita mendapat nilai plus dihadapan Allah. Namun apa jadinya jika hijab dan kesenangan dunia yang sesaat menjadi bahan pertimbangan demi mencapai kata kebahagiaan?
Mencintai dunia menari sejak lama dirasakan oleh wanita bernama Dewi. Kepiawaiannya dalam melakoni sebuah gerakan mendapat apresiasi teman-teman dan pelatih. Dalam hati kecil Dewi selalu ada tanya, " Apa ini yang menjadi tujuanku dalam menjalani hidup." Usia yang muda serta prestasi menari yang luar biasa ia dapatkan.
Hingga suatu hari, di mana hati Dewi merasakan kebimbangan dan kegelisahan. Dewi merasa malu dengan sang pencipta, karena ia sebagai muslimah justru memamerkan lekuk tubuh saat menari.
Tepat di Ramadhan tahun 1992, hidayah dan keteguhan hati itu datang, Dewi memutuskan untuk berhijab dan berhenti dari kegiatannya sebagai penari. Ragam penolakan mulai dari pelatih, teman-teman bahkan Maminya sendiri menyuruhnya membuka hijab. Pertengkaran dengan Mami membuat Dewi memutuskan pergi dari rumah dan tinggal sementara di kost seorang teman.
Saat mengenakan hijab ada rasa keraguan bagi Dewi untuk mudah diterima dalam bekerja, maklum saat itu hijab masih dikatakan " kampungan" . Allah memang maha besar, suatu hari Dewi mendapat sebuah panggilan pekerjaan di sebuah perusahaan Jepang.
Mr. Tasaki berkata,” Dewi, kenapa ya pakai kain (maksudnya hijab)? Tidak panaskah?”
Aku tersenyum,” Tidak, Tasaki San. Ini karena perintah Tuhanku. Aku seorang muslimah. Apakah ini jadi masalah?”
Mr. Tasaki tersenyum. “ Masalahnya, kapan bisa mulai bekerja?”
Sungguh Allah melindungi serta melancarkan segala urusannya. Dewi merasakan betul sejak ia berhijab, kemudahan dalam hidupnya begitu terasa.
Penasaran dengan kisah Dewi? Yuk simak kisahnya Klik di sini
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya