Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
© MEN
Dream - Kuat Ma'ruf mengungkap hasil pemeriksaan lie detector alias pendeteksi kebohongan dirinya terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Ia mengatakan, hasil tes menunjukkan adanya indikasi kebohongan.
Hal itu disampaikan Kuat saat menjadi saksi untuk terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 5 Desember 2022.
Mulanya, penasihat hukum Bharada E, Ronny Talapessy, menggali keterangan Kuat terkait peristiwa penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo yang berada di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Kuat mengaku tidak melihat Ferdy Sambo melepaskan tembakan ke arah Brigadir J.
" Jadi saudara tidak melihat Ferdy Sambo ditembak atau menembak?," tanya Ronny.
" Tidak melihat," jawab Kuat.
" Saudara saksi pernah diperiksa lie detector?," tanya Ronny.
" Pernah," kata Kuat.
" Tahu hasilnya?," cecar Ronny.
" Tahu," kata Kuat.
" Apa hasilnya?," tanya Ronny.
" Katanya berbohong," beber Kuat.
Hasil pemeriksaan lie detector menunjukkan bahwa Kuat berbohong. Hal itu terjadi ketika dia ditanya soal Sambo ikut menembak Brigadir J atau tidak.
Meski ketahuan bohong, Kuat justru meragukan alat tersebut. Menurutnya, keterangan yang dia sampaikan lebih akurat ketimbang alat lie detector.
" Jadi saudara saksi berbohong saat saudara saksi ditanya lihat Ferdy Sambo menembak tidak saudara saksi bilang tidak, hasilnya apa?," tanya Ronny.
" Berbohong," ucap Kuat.
" Jadi yang benar yang mana?," cecar Ronny.
" Ya benar saya lah itu kan robot," jawab Kuat.
Dream - Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Kuat Ma'ruf, memamerkan love sign finger heart ala Korea ke pengunjung sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 5 Desember 2022.
Sebelumnya, Bripka Ricky Rizal dan Bharada E sudah lebih dulu memasuki ruang sidang. Berbeda dengan Kuat, Bripka Ricky dan Bharada E tampak langsung duduk dan tidak menengok ke arah awak media.
Pengunjung sidang tampak riuh memanggil nama Bharada E dan Kuat Ma'ruf. Saat pengunjung meneriakkan nama Kuat, terlihat dia lalu menoleh ke arah pengunjung sambil melempar finger heart ala Korea.

Ketiga terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J itu hari ini kompak mengenakan kemeja berwarna putih.
Tidak hanya itu, Ricky Rizal juga akan memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Kuat Ma'ruf. Begitu pun sebaliknya, Kuat juga akan menjadi saksi untuk terdakwa Ricky Rizal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam