Sebut Nama Allah, Pasangan Muslim Diusir dari Pesawat

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 5 Agustus 2016 12:14
Sebut Nama Allah, Pasangan Muslim Diusir dari Pesawat
Pasangan Muslim menjadi korban Islamofobia oleh maskapai penerbangan Delta asal Amerika Serikat. Mereka diusir dari pesawat lantaran menyebut kata 'Allah'.

Dream - Penumpang Muslim kembali menjadi korban pengusiran dari pesawat. Kali ini dialami oleh Muslim asal Ohio, Amerika Serikat, Faisal Ali dan Nazia Ali. Mereka diminta meninggalkan pesawat karena menyebut nama Allah.

Faisal Ali dan Nazia Ali kala itu akan menumpang pesawat Delta. Mereka sudah 45 menit menunggu pesawat milik maskapai penerbangan asal AS itu di bandara Paris, Prancis. Keduanya hendak menuju Cincinnati, Ohio. Namun, saat berada di dalam pesawat, seorang petugas Delta meminta mereka keluar untuk dimintai keterangan.

" Kami bertanya apakah kami harus membawa barang-barang kami dan dia menjawab, 'Ya, bawa semua barang Anda karena Anda tidak akan berada di penerbangan itu'. Itu benar-benar mengkhawatirkan," ujar Faisal.

Ternyata, anggota Kepolisian Prancis telah menunggu di luar pintu gerbang. " Saya takut karena dia terlihat seperti mengambil foto orang secara acak menggunakan telepon pribadinya," tambah Nazia.

Setelah menjalani pemeriksaan tentang alasan mereka berada di Paris -- pasangan ini tengah menikmati liburan singkat di Paris untuk merayakan ulang tahun ke-10 pernikahan mereka -- petugas mengatakan tidak ada masalah dengan mereka dan tidak ada lagi yang boleh mengusir mereka.

Tetapi, karyawan Delta lalu menjelaskan sang pilot memutuskan meninggalkan mereka karena salah satu awak merasa tidak nyaman di depan mereka. Awak tersebut telah melaporkan melihat Faisal menyembunyikan telepon saat berjalan dan Faisal juga terlihat berkeringat serta menuebut nama Allah.

1 dari 1 halaman

Teka-teki Ponsel yang Dipegang Faisal, Ternyata...

Faisal mengatakan, dia tengah mengetik pesan untuk ibunya supaya tahu mereka naik pesawat dengan aman saat sang ibu menjemput di bandara Cincinnati nanti.

" Saya ingin naik pesawat yang begitu buruk. Saya tidak peduli privasi saya, saya hanya ingin kapten melihat ponsel saya sehingga dia bisa melihat kami hanya mengetik pesan untuk orangtua kami," kata Nazia.

Faisal menambahkan, dia berkeringat karena sirkulasi udara yang buruk di pesawat dan sebelumnya telah berada di aspal selama 45 menit.

" Kami hanya pergi ke terminal dan mereka memesan kami pada penerbangan pulang berikutnya, sehingga mereka tahu kami tidak melakukan apa-apa dan kami tahu kami tidak melakukan apa-apa," kata Nazia.

Pasangan yang telah memiliki tiga balita ini telah dipesankan hotel oleh maskapai Delta. " Saya berkata kepada anak saya yang berumur empat tahun, kamu akan bertemu saya besok, sekitar jam sembilan. Tapi itu tidak terjadi," kata Nazia.

Keesokan harinya, mereka kembali diinterogasi oleh petugas kepabeanan Amerika Serikat di bandara. Faisal lalu bertanya apakah yang mereka lakukan salah, petugas tersebut mengatakan, " Anda tidak melakukan sesuatu yang salah, sayangnya ini adalah cara dunia sekarang. Ini merupakan perkataan Delta melawan Anda."

Akhirnya, pasangan ini bisa terbang. Meski begitu, Nazia tetap merasa ketakutan. " Kami sekarang tahu hanya karena Anda sudah berada di dalam pesawat bukan berarti Anda tidak akan diusir, hingga Anda sudah berada di udara," ucap Nazia.

Dewan Relasi Amerika-Islam telah mengajukan keluhan kepada maskapai Delta. Mereka mengatakan pasangan tersebut telah didiskriminasi.

" Dengan kepalsuan mereka menafsirkan tindakan sederhana dan normal menjadi sesuatu yang menakutkan dan mengancam, sangat jelas bahwa Faisal dan Naiza dijadikan sasaran karena nama dan penampilan mereka sebagai Muslim," kata staf pengacara, Sana Hassan.

Juru bicara Delta Morgan Durrant memberi tanggapan atas kasus ini. " Delta mengutuk diskriminasi kepada pelanggan kami dengan alasan usia, ras, kebangsaan, agama, orintesi seksual atau gender."

" Sebagai maskapai tingkat global yang mengangkut ratusan ribu orangsetiap hari, Delta sangat berkomitmen memperlakukan pelangan dengan penuh hormat. Delta melanjutkan investigasi atas kasus ini dan akan mengembalikan seluruh uang kepada pelanggan," kata Durrant.

Sumber: independent.co.uk

Beri Komentar