Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indonesia Meraih Medali Perak Di Cabang Atletik Lari Estafet 4x100 Meter.
Dream – Indonesia meraih medali perak dari cabang olahraga atletik lari estafet putra 4x100 meter Asian Games 2018. Pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri dan kawan-kawan, mencapai garis finish dengan catatan waktu 38,77 detik.
Para pelari Indonesia itu berada di belakang Jepang yang mengantongi emas dengan catatan waktu waktu 38,16 detik. Sementara juara ketiga dihuni tim dari Tiongkok yang mencapai garis akhir dengan waktu 38,89 detik.
Dilansir dari laman resmi Asian Games 2018, olahraga ini digelar di Stasion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis 30 Agustus 2018. Pelari pertama Indonesia adalah Fadlin. Zohri menjadi pelari kedua, disusul Eko, dan Bayu.
Dari garis start, pelari pertama Jepang, Ryota Yamagata, memimpin trek, diikuti oleh pelari kedua dan ketiga. Hingga akhir pertandingan, pelari keempat Jepang, Aska Antonio Cambridge, sukses menyentuh garis finish untuk medali emas.
Meski hanya mendapat perak, prestasi yang ditorehkan Fadli, Zohri, Eko, dan Bayu sangat spesial. Dilansir dari Liputan6.com, Indonesia sudah lama tak menikmati kesuksesan di bidang atletik lari pada Asian Games.
Terakhir kali, Indonesia meraih medali perak di Asian Games 1966. Ketika itu, tim lari beregu putra Indoensia adalah Sugiri, Supardi, Wahjudi, dan Jootje Oroh.
Selamat bagi Zohri dan kawan-kawan!
(Sumber: Liputan6.com/Zulfirdaus Harahap, Asian Games 2018)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya