AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Gunung Merapi
Dream - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTK), Hanik Humaida, mengatakan pada Minggu, 07 Februari 2021 pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Gunung Merapi tertatat mengeluarkan lava pijar sebanyak 10 kali. Jarak luncur maksimum hingga 1 kilometer.
" Teramati guguran dan guguran lava pijar 10 kali dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong," ujar Hanik, dikutip dari Merdeka.com.
Dalam rentang waktu pengamatan yang sama, terjadi 27 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-11 mm selama 11,4-52,2 detik. Juga terjadi dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 6 mm selama 7,6-9,4 detik.
Selama pengamatan, asap kawah tidak terpantau keluar dari puncak kawah Merapi.
Pada pengamatan Sabtu, 6 Februari 2021 pukul 18.00-24.00 WIB, tercatat 12 kali Merapi mengeluarkan lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter arah barat daya. Hingga saat ini, status Gunung Merapi ditetapkan pada Level III atau Siaga.
Potensi guguran lava dan awan panas diperkirakan melanda sektor selatan barat daya. Kawasan ini mencakup Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng.
Dream - Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas sejak akhir tahun lalu. Aktivitas sangat tinggi terjadi pada Rabu 27 Januari 2021, ditandai dengan guguran awan panas sejak pagi hingga siang hari.
Meski demikian, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi masih menetapkan status Gunung Merapi pada level III atau Siaga. Status ini ditetapkan sejak 5 November 2020.
" Dengan adanya rentetan kejadian awan panas ini, BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi di tingkat Siaga (Level III) sejak 5 November 2020," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, dikutip dari Liputan6.com.
Hanik mengatakan potensi bahaya dari Gunung Merapi saat ini adalah guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya. Kawasan yang masuk potensi bahaya meliputi Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih dengan jarak maksimal 5 kilometer.
Selain itu, terdapat potensi lontaran material vulkanik dalam radius 3 kilometer. Ini jika Gunung Merapi mengalami eksplosif atau letusan.
" BPPTKG meminta masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, juga mewaspadai bahaya lahar dingin terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi," kata Hanik.
Tak hanya itu, BPPTKG juga merekomendasikan penghentian aktivitas penambangan pasir pada alur sungai berhulu di Merapi pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Demikian pula dengan aktivitas wisata direkomendasikan untuk dihentikan.
" terhadap pelaku wisata, direkomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak," kata Hanik.
BPPTKG mencatat tidak terjadi rentetan kejadian awan sejak kemarin hingga tengah malam. Tetapi terjadi aktivitas gunung pada Kamis, 28 Januari 2021 dalam rentang waktu pukul 00.00-06.00 WIB.
" Sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB hari ini telah terjadi gempa guguran sebanyak 45 kali, embusan 3 kali, dan fase banyak 4 kali, sementara untuk guguran lava pijar pada periode ini tidak ada," kata Hanik.
Sedangkan dalam 24 jam terakhir, Merapi menunjukkan aktivitas yang fluktuatif. Tercatat total terjadi 52 kali semburan awan panas dengan jarak luncur hingga 3 kilometer dari puncak.
" Amplitudo maksimal dari 52 kali semburan tercatat sebesar 77 milimeter, dengan durasi 317.80 detik," kata dia.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya