4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Main Kaleng Wafer, Kepala Bocah Di Tasikmalaya Ini Tersangkut Dan Tak Bisa Lepas
Dream - Masa kanak-kanak adalah momen ketika rasa penasaran sangat tinggi namun terkadang tak memperhitungkan risikonya. Begitu juga kelakuan seorang bocah berusia tiga tahun di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ini.
Dia menangis histeris saat tim Pemadam Kebakatan (Damkar) membantunya melepasan kaleng bekas wadah wafer yang tersangkut di kepala.
Orang tua yang panik melihat insiden tersebut awalnya berusaha untuk melepaskan kaleng wafer itu dari kepala sang anak. Sayangnya, lubang kaleng yang kecil membuat kepala anaknya terjepit dan sulit dilepaskan.
Tak mau mengambil risiko, pihak keluarga bergegas meminta bantuan ke tim Damkar Kota Tasikmalaya untuk membantu melepaskan kaleng tersebut. Proses evakuasi pun berjalan dramatis.

Dilansir dari keterangan pengelola akun Instagram @damkar_kota_tasikmalaya113, kejadian bermula saat sang bocah mencoba memasukkan kaleng tersebut ke kepalanya. Nahas, kaleng justru tersangkut.
Upaya melepas sudah coba dilakukan pihak keluarga namun gagal. Kaleng itu tetap tersangkut karena terlalu pas dengan lingkar kepala bocah tersebut.
“ Minggu 30 juli 2023 Damkar Kota Tasikmalaya kedatangan orang tua dari ananda Muhammad Gabriel yang kepalanya tersangkut kaleng wafer,” demikian keterangan unggahan.
Untuk memudahkan proses penyelamatan, tiga anggota tim Damkar dikerahkan. Petugas memutuskan untuk menggunakan alat bantu berupa gerinda kecil untuk membelah mulut kaleng.
Pelan-pelan, mulut kaleng bisa terbuka. Walau demikian, kaleng tak bisa langsung dilepas karena masih tersangkut di beberapa sisi.
Pembelahan menggunakan mesin gerinda dilakukan di beberapa titik agar kaleng bisa dilebarkan. Perobekan mulut kaleng juga perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai bocah tersebut.
Di tengah kondisi itu, sang anak juga terlihat panik dan takut hingga menangis histeris. Setelah 10 menit, mulut kaleng akhirnya bisa dilepaskan. Tampak raut bahagia terpancar dari pihak keluarga.
Yang membuat proses evakuasi berjalan lambat dan cukup sulit adalah menentukan titik potong yang aman untuk sang anak.
“ Alhamdulillah proses penyelamatan berhasil dilaksanakan dalam waktu ±10 menit,” tulis akun tersebut.
Di kolom komentar, para warganet langsung memuji langkah Damkar Kota Tasikmalaya dalam melakukan penyelamatan bocah tersebut.
View this post on Instagram
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
