Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ceirita Seram Mainan Kuda-kudaan Milik Anak 'berkeliaran' Sendiri Dalam Rumah. (Foto: Facebook Kamarul Ariffin Nor Sadan)
Dream - Enaknya jadi anak kecil. Selalu dimanjakan dengan pelbagai mainan sehingga terkadang memenuhi seluruh kamar.
Salah satu mainan favorit anak-anak adalah boneka atau hewan mainan. Dua mainan itu biasanya dijadikan sebagai teman bermain atau buat dipeluk ketika tidur.
Namun ada sebagian orangtua yang mengaku, boneka atau mainan anak mereka yang menyerupai makhluk benar-benar bisa 'hidup'.
Salah satunya yang dialami oleh pria Malaysia bernama Kamarul Ariffin berikut ini. Usai membelikan mainan bouncy hopper berbentuk kuda untuk anaknya.
Kamarul tak menyangka mitos tentang boneka yang 'hidup' di dalam rumah yang dibacanya sebelum ini benar-benar terjadi pada dirinya.
Cerita Kamarul, pada suatu malam sekitar pukul 2 pagi, dia terbangun karena merasa haus. Ketika sedang minum air di dapur, dia tiba-tiba mendengar bunyi seseorang menghempaskan punggung di atas sofa di ruang tamu.
" Saya kaget saat mau minum. Tapi saat menengok ke ruang tamu tanpa menyalakan lampu, tak ada siapa pun di sana. Apabila saya kembali ke dapur, tiba-tiba saya terdengar suara anak sedang ketawa," kata Kamarul mengawali cerita seramnya.
Kamarul pun berteriak pelan memanggil nama anaknya sambil berjalan ke ruang tamu. Dia memang mengira itu adalah anaknya. Tapi saat dipanggil, tak ada yang menyahut.
" Saya nyalakan lampu ruang tamu tetapi tak ada siapa-siapa. Tanpa curiga apa-apa, saya matikan lampu dan naik ke atas untuk untuk tidur," katanya.
Ketika sedang menaiki tangga, darah Kamarul kembali berdesir apabila dia sekali lagi mendengar suara anak-anak tertawa dari ruang tamu yang ada di lantai bawah.
Berusaha memberanikan diri, Kamarul menoleh ke belakang dan alangkah terkejutnya dia. Mainan bouncy hopper milik anaknya berada tepat di bawah tangga.
" Jantung saya rasa seperti mau meletup... kaki terasa lemas memikirkan bagaimana benda itu bisa berada di situ. Ketika naik tangga tadi, mainan itu tidak ada di situ," katanya.
Kamarul pun tiba-tiba teringat saat pertama kali dia membawa pulang mainan tersebut. Anaknya menangis ketakutan walaupun dia amat menyukai mainan berbentuk binatang.
Kamarul membeli bouncy hopper itu karena ingat anaknya suka mainan binatang. Apalagi bouncy hopper ini katanya bagus untuk melatih fungsi keseimbangan anak-anak.
" Tapi tak sangka dia ketakutan seperti itu... Karena dia tak suka, saya letakkan mainan itu di sebelah kabinet TV. Harapannya kalau anak saya lihat setiap hari, dia tidak akan takut lagi," jelasnya.
Namun, kata Kamarul, seminggu berlalu anaknya masih tidak menyentuh mainan tersebut. Sejak itu boneka berbentuk kuda itu berada di sebelah kabinet TV.
Setelah kejadian di depan tangga, boneka itu juga pernah tiba-tiba berada di atas meja tidur kamarnya.
Ketika itu Kamarul terjaga saat ponselnya berbunyi, dan terkejut saat boneka berwarna merah itu berada di atas meja.
" Saya rasa tak mungkin anak saya yang taruh boneka di situ. Karena dia sendiri pun takut memegangnya. Esoknya saya simpan boneka itu di dalam lemari di bawah tangga dan menguncinya.
" Sejak itu tidak ada gangguan, hanya saja saya merasa tidak nyaman apabila berada di rumah. Namun seorang teman memberitahu jangan menyimpan boneka jika tak digunakan sebagai mainan.
" Dia juga bilang jangan taruh boneka di tempat tinggi, simpan di dalam kotak atau lemari berkaca. Kita akan dianggap memuja boneka itu, dan benda itu akan dihuni makhluk halus," katanya.
Selain itu, temannya juga berpesan agar tidak memuliakan boneka. Biarkan benda itu kotor dan rusak. Jika tidak mau main, lebih baik berikan kepada yang memerlukan.
Kamarul juga diminta untuk tidak merasa takut dengan mainan karena dikhawatirkan setan akan ambil kesempatan untuk melemahkan iman.
" Pulang ke rumah saya keluarkan boneka itu dan 'memukulinya'. Saya ajak anak saya sepak-sepak kuda merah itu serta mencoret-coretnya menggunakan pena.
" Anak saya malah senang dan sejak itu rumah saya jadi tenteram. Tidak ada lagi gangguan, dan mainan kuda itu masih berada dalam rumah tapi sudah kotor dan sedikit hancur," katanya.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya