Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Bayi Malang Ditemukan Meninggal Dunia Karena Kelaparan Setelah Ditinggal Kedua Orang Tuanya Selama 4 Hari Lamanya (Foto:Pexels)
Dream - Seorang bayi di Mesir dikabarkan meninggal dunia karena kelaparan setelah kedua orang tuanya meninggalkannya sendirian di rumah selama empat hari berturut-turut. Aksi tersebut diduga terjadi setelah keduanya berselisih hebat.
Perselisihan antara pasangan suami-istri tersebut terjadi awal bulan Oktober. Sang istri yang berusia 24 tahun kesal hingga dirinya memutuskan pulang ke rumah keluarganya. Sedangkan suaminya pergi bekerja ke luar kota. Keduanya dianggap lalai dan meninggalkan seorang bayi di rumah tanpa pengawasan selama empat hari.
Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh sang ayah setelah kembali ke rumahnya di provinsi Qaliubia, utara Kairo. Saat itulah dirinya menemukan anaknya meninggal dunia dan menuduh sang istri lalai.
Menurut keterangan pihak kepolisian, pertengkaran sengit pasangan itu terjadi awal bulan lalu. Karena sama-sama dirundung kesal, keduanya sama-sama meninggalkan rumah tak perduli bagaimana nasib sang bayi yang masih sangat kecil.
Keduanya kini ditangkap dan ditahan pihak kepolisian sambil menunggu proses introgasi selesai dilakukan.
Akibat perlakuan yang tak terpujinya, mereka mendapat kritikan keras dari banyak pihak. Mereka menyayangkan tindakan kedua orang tua yang dianggap tak bertanggung jawab.
" Apa yang mereka lakukan akan menjadi alasan bagi mereka untuk dihukum di neraka di akhirat," kata Mabrouk Attia, seorang profesor Syariah Islam di Universitas Al Azhar.
“ Seberapa kerasnya perselisihan yang dialami pasangan yang sudah menikah, hal itu tidak boleh mempengaruhi anak mereka. Anak seharusnya lebih disayangi daripada diri mereka sendiri,” tambahnya dalam keterangan media.
Sumber Gulf News
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya