Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Thevocket.com
Dream - Pada 30 Agustus lalu, seorang pria berusia 29 tahun dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Tinggi Shah Alam, Malaysia.
Pria itu kedapatan memiliki 3.1 liter minyak ganja, 279 gram ganja mampat dan 1.4kg obat-obatan yang mengandung tetrahydrocan nabinol (THC).
Namun ternyata, simpanan ganja pria itu ia gunakan untuk untuk sebuah metode pengobatan alternatif. Pria ini mengklaim sudah berhasil menyembuhkan hampir 800 pasien dengan metode tersebut.
Banyak netizen Malaysia yang mengatakan bahwa seseorang yang menggunakan ganja untuk tujuan baik dan bukan untuk kepentingan pribadi tak pantas dijatuhi hukuman mati.
Menurut laporan Bloomberg, berkaca dari kasus itu, pemerintah Malaysia kedepannya akan melegalkan ganja untuk keperluan medis.
Malaysia akan menjadi negara pertama di Asia yang melakukannya.
Menteri Air, Tanah dan Sumber Daya Alam Malaysia, Xavier Jayakumar mengatakan, kabinet sedang mendiskusikan masalah ini dan mungkin akan merancang undang-undang tentang penggunaan mariyuana dalam dunia kedokteran.
Namun, Xavier menambahkan untuk kelancaran terciptanya proposal itu akan membutuhkan waktu dan dukungan dari anggota kabinet lainnya.
" Ini akan membutuhkan dukungan. Pandangan pribadi saya jika memiliki nilai medis, itu harus menjadi barang kontrol dan dapat digunakan oleh Departemen Kesehatan sebagai resep obat, " ucap Xavier.
Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan pemerintah harus merevisi hukum terkait ganja di bidang kedokteran.
Seperti diketahui, di dunia, Kanada adalah salah satu negara paling awal yang terlihat serius pada pengobatan ganja
Negara dengan bendera Daun Mapel itu akan menciptakan industri ganja seharga US$ 60 miliar di masa depan.
(Sumber: Thevocket.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya