Masih Ingat Ibu Hamil yang Koma Setelah Dipijat? Begini Nasibnya Sekarang

Reporter : Sugiono
Kamis, 25 Juli 2019 11:00
Masih Ingat Ibu Hamil yang Koma Setelah Dipijat? Begini Nasibnya Sekarang
Hidup seorang model asal Thailand yang sedang hamil berakhir tragis setelah melakukan pijat tradisional.

Dream - Anda masih ingat Wirawan Ketkesi? Wanita asal Thailan ini menjadi sorotan pada awal tahun ini. Kisah tragisnya mengundang rasa prihatin warganet dunia.

Ibu muda, yang kala itu sedang mengandung, itu mengalami nasib nahas setelah melakukan pijat tradisional. Dia terseraang strok.

Katkesi akhirnya koma setelah pemijatan di kakinya. Tidak itu saja, dia keguguran, janin dikandungannya dinyatakan meninggal dunia.

Nasib Ketkesi tidak lebih baik dari sang janin. Dia akhirnya meninggal juga.

1 dari 6 halaman

Berawal dari Pijat Kaki

Pada Januari 2019, Ketkesi pergi ke tukang urut di Kota Chiang Mai untuk menyembuhkan kakinya.

Tanpa diduga, Ketkesi tiba-tiba pingsan saat di tengah-tengah proses pijat. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Setelah diperiksa, Ketkesi ternyata mengalami strok yang serius hingga akhirnya koma.

Dokter yang memeriksa menyebutkan bahwa Ketkesi menderita penyumbatan arteri paru atau emboli paru.

Selain itu, dokter juga mendiagnosis Ketkesi dengan stroke iskemik. Yang menyebabkan pasokan darah ke otaknya terganggu atau berkurang akibat penyumbatan.

2 dari 6 halaman

Alami Keguguran, Hidup Dibantu Mesin

Selama Ketkesi strok, janin yang ada di kandungan tidak bisa berkembang dengan baik. Akibatnya, janin yang telah berusia enam bulan itu pun meninggal dunia.

Ketkesi yang sudah koma hanya bisa mengandalkan mesin untuk bertahan hidup karena otaknya telah mengalami kerusakan.

Setelah setengah tahun, keluarganya memutuskan untuk melepas mesin yang membantu Ketkesi tetap hidup.

Wanita cantik itu pun akhirnya meninggal dunia pada 19 Juli 2019. Kasus Ketkesi ini pun menjadi viral di Thailand.

3 dari 6 halaman

Peringatan Tidak Boleh Pijat Bagi Wanita Hamil

Berkaca dari kasus Ketkesi, Kementerian Kesehatan Thailand memperingatkan wanita hamil untuk tidak melakukan pijat.

" Wanita hamil hanya boleh pijat ke tukang urut yang sudah terlatih selama lebih dari 800 jam," kata Kementerian Kesehatan Thailand.

Selain itu, wanita hamil kurang dari tiga bulan dilarang melakukan pijat karena risiko mengalami keguguran.

Bahkan, meski usia kandungan sudah enam bulan atau lebih, wanita hamil tetap harus memerhatikan keselamatan saat melakukan pijat.

Setelah menangkap tukang urut pada Februari 2019 lalu, polisi mengumpulkan bukti medis dan menyiapkan pasal pembunuhan.

Tukang urut tersebut dianggap telah melakukan kelalaian hingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

Sumber: Sin Chew Daily

4 dari 6 halaman

Ibu Hamil Muda Minta Dipijat, Akibatnya Sungguh Tragis

Dream - Mengandung memang kondisi yang sangat melelahkan. Badan mudah capek hingga terasa pegal-pegal.

Karena itu, sebagian ibu hamil memilih untuk melakukan relaksasi dengan pergi ke tukang pijat. Namun, pijat untuk relaksasi sebenarnya tidak direkomendasikan dunia kesehatan.

Masalahnya, jika tukang pijat salah melakukan prosedur saat memijat, bisa membahayakan ibu hamil. Kejadian itulah yang menimpa seorang ibu hamil asal Thailand, Wirawan Ketkesi.

Pada 11 Januari lalu, wanita 25 tahun itu datang ke sebuah panti pijat di Provinsi Chiang Mai. Karena Ketkesi sedang mengandung enam bulan, tukang pijat menyarankan tidak melakukan pijat ke seluruh badan.

Anjuran tukang pijat tersebut disetujui oleh Ketkesi. Tukang pijat pun hanya memijat kaki dan bahu Ketkesi.

 

5 dari 6 halaman

Setelah Satu Jam Memijat, Tiba-tiba..

Setelah memijat selama satu jam, tukang pijat mengantar Ketkesi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Namun, setelah sekian lama, tukang pijat merasa khawatir karena Ketkesi belum juga keluar dari kamar mandi.

Saat melihat ke dalam, tukang pijat terkejut karena Ketkesi sudah kejang-kejang hingga jantungnya berhenti.

Tukang pijat pun berusaha keras untuk menyadarkan Ketkesi namun tidak berhasil.

Ketkesi akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Maharaj Nakorn di Chiang Mai untuk mendapatkan perawatan.

6 dari 6 halaman

Akibat Mengerikan Jika Pijat Saat Hamil Muda

Dokter yang memeriksanya mengatakan, Ketkesi telah keguguran dan janin yang ada di perutnya harus dikeluarkan.

Lebih mengerikan lagi, Ketkesi tetap dalam kondisi koma setelah mengalami kejang-kejang sehabis dipijat.

Keluarganya minta bantuan masyarakat karena kasus ini tidak mengalami banyak kemajuan meskipun mereka telah membuat laporan polisi.

Sementara itu, Dr Khwanchai Visithanon, juru bicara Departemen PengobatanTradisional dan Alternatif Thailand, mengeluarkan pernyataan atas kasus yang menimpa Ketkesi.

"  Wanita yang hamil kurang dari tiga bulan harus menghindari pijat karena dapat menyebabkan keguguran," kata Visithanon.

Dia menambahkan bahwa wanita hamil harus selalu berhati-hati saat melakukan pijat di setiap tahap kehamilan.

" Mereka seharusnya pijat di praktisi pengobatan tradisional Thailand yang berkualitas dan telah menjalani setidaknya 800 jam pelatihan," pungkasnya.

Ketkesi memiliki putra berusia lima tahun. Dia seorang ibu tunggal karena suaminya saat ini menjalani hukuman penjara.

Beri Komentar