Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masih Pakai Toga, Tangis Pria Ini Pecah Saat Pegang Ijazah S3 Di Samping Makam Ibu
Dream - Bagi mahasiswa, wisuda menjadi hal yang paling dinanti. Perjuangan mereka bertahun-tahun akhirnya selesai.
Di hari yang spesial itu, kehadiran orangtua dan sahabat terdekat pasti menjadi keinginan setiap wisudawan.
Sayangnya, tidak semua bisa merasakan kehadiran orang spesial di hari bahagia itu, seperti yang terjadi pada wisudawan berikut ini.
Dalam video yang viral di media sosial, pria yang mengenakan toga dengan ijazah di tangan tersebut tampak mengunjungi makam sang ibunda.

Pria bernama Mohd Faradi Mohamed Ghazali itu merupakan lulusan Universitas Malaysia Kelantan (UMK).
Ia mengaku sangat sedih karena tidak sempat merayakan hari kelulusannya dengan sang ibu.
" Ibu saya ingin pergi ke wisuda saya, tetapi Tuhan memanggilnya dua bulan sebelum acara. Jadi, saya pergi ke makamnya untuk menunjukkan keberhasilan saya, berkat doanya saya berhasil hingga saat ini," ujarnya, dikutip dari mStar.
Pria 36 tahun yang sudah mendapat gelar Doktor itu menceritakan pengalamannya saat wisuda S1 dan S2 di mana sang ibu menjadi tamu kehormatannya. Namun saat wisuda S3, sayangnya sang ibu telah tiada.
Memasuki aula wisuda, Faradi tak kuasa menahan tangis. Beruntung masker yang ia gunakan dapat menutupi tangisannya.

" Saya berencana untuk tidak menghadiri pertemuan itu, tetapi saya lanjutkan karena saya memikirkan ayah dan saudara saya," ungkapnya.
Dosen salah satu perguruan tinggi di Malaysia itu merasa canggung karena ketidakhadiran sang ibu di acara yang paling membahagiakan dirinya.
Padahal, wisuda S3 ingin ia jadikan sebagai hadiah bagi sang ibu. Namun apa daya, Tuhan berkehendak lain.
Sebelumnya, Faradi sudah menemani sang ibu di rumah sakit selama delapan bulan akibat berbagai penyakit. Nahas, ibunya menghembuskan nafas terakhirnya pada 2 Agustus lalu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya