10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Masih Sakit Karena Kecelakaan, Pria Ini Nekat Ziarahi Ibu Yang Baru Meninggal, Datang Dengan Tandu
Dream - Tidak ada yang tahu pasti seberapa lama manusia dapat hidup di dunia. Ditinggal sosok kesayangan untuk selamanya pasti menjadi meninggal duka mendalam bagi seseorang.
Seperti yang dialami pria berusia 36 tahun bernama Mohamad Herman Yurnalis ini. Ia harus menerima kenyataan pahit ditinggal ibunya saat dirinya sendiri juga tengah sakit.
Herman dikabarkan baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas saat dirinya mengendarai sepeda motor Maret lalu.
Saat itu Herman menabrak pembatas jalan hingga mengakibatkan kakinya patah. Kini, Herman selalu bepergian dengan bantuan tim medis dan ambulans karena kecelakaan tersebut.


Di tengah kondisinya itu, Herman harus menerima kabar duka dari sang ibu yang mengalami penyakit komplikasi dan sedang di rawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur (HKL).
Setelah menjalani perawatan selama sembilan hari, sang ibu menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.
" Ibu meninggal dunia di HKL. Sebenarnya ibu sudah 9 hari di rumah sakit. Tapi saya sedih karena tidak bisa mengunjungi ibu karena saya sulit bergerak," kata Herman.
Herman sedih karena sang ibu dirawat, ia hanya bisa melihatnya melalui video call dengan saudara-saudaranya.

" Ketika saya mengetahui bahwa ibu saya sudah tidak ada di dunia, saya benar-benar sedih dan hanya berpikir untuk melihat ibu saya untuk terakhir kalinya," ujarnya.
Anak bungsu dari lima bersaudara itu berusaha menghubungi layanan ambulans dari Lembaga Swadaya Masyarakat, namun ambulans tidak tersedia karena permintaan yang mendadak.
Sambil mencari cara, Herman dan istri meminta pihak keluarga untuk menunggu penguburan almarhumah agar dirinya dapat bertemu sang ibu untuk yang terakhir.
Sang istri kemudian berinisiatif menghubungi tim ambulans melalui Regu Pengelola Mayat Malaysia (SPJM) untuk mencari pertolongan.
" SPJM membantu menurunkan saya dari flat kami menggunakan tandu untuk pergi ke masjid di Pantai Dalam menggunakan ambulans, saya dan istri tiba pukul 11.20," kata Herman.
Beruntung, Herman sempat bertemu dengan jenazah ibunya sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga. " Alhamdulillah, saya beruntung bisa melihat ibu saya untuk yang terakhir kalinya. Saya masih berbaring di tandu, ditempatkan di sebelah jenazah, dan bisa memeluk dan menciumnya," ungkapnya.
Sumber: mStar
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli