7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kaligrafi (Shutterstock.com)
Dream - Rasulullah SAW memang tidak bisa membaca maupun menulis hingga akhir hayat. Sehingga, mungkin banyak yang bertanya bagaimana Alquran diturunkan, padahal Rasulullah tidak mengenal huruf.
Dikutip dari rumah fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc. menjelaskan bahwa Rasulullah hafal Alquran di luar kepala. Apalagi, setiap Ramadan Malaikat Jibril selalu turun untuk memeriksa hafalan dan bacaan Rasulullah.
Alquran turun kepada Rasulullah bukan dalam bentuk tulisan, melainkan suara. Sehingga Rasulullah tidak memerlukan kemampuan baca tulis.
Meski demikian, setiap kali Jibril menyampaikan wahyu, Rasulullah segera meminta para sahabat menulisnya di banyak media, seperti pelepah kurma, tulang, batu, apapun.
Namun yang paling utama adalah dibunyikan, terutama dalam sholat berjemaah. Kala itu, para sahabat hidup bersama Alquran. Setiap hari, mereka selalu melafalkan Alquran.
Banyak yang berpendapat Alquran turun saat lailatul qadar. Lailatul qadar merupakan malam diturunkannya Alquran sekaligus dari lauhul mahfuz ke langit dunia.
Ini merupakan fase pertama turunnya Alquran. Hal ini seperti terekam dalam Surat Al Qadr ayat 1-5.
" Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada lailatul qadar. Dan tahukah kamu apakah lailatul qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
Sedangkan terkait pendapat menyatakan Nuzulul Quran terjadi pada 17 Ramadan, memang ada benarnya. Para ahli sejarah menyatakan 17 Ramadan merupakan kali pertama turunnya Alquran secara berangsur-angsur dari langit dunia ke bumi.
Meski demikian, para sejarawan juga masih berbeda pendapat. Terdapat pandangan lain yang menyatakan Alquran turun ke bumi tidak pada 17 Ramadan, melainkan 24 Ramadan.
Dan itu masih sebagian pendapat dari banyak pendapat lainnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?