Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Cerita Pria Mualaf Tuntun Neneknya Bersyahadat Sebelum Meninggal, Mimpi Sholat Berjemaah (Youtube Ayuna Ambassador)
Dream - Seorang pria asal Amerika Serikat berbagi pengalaman spiritualnya menjadi seorang mualaf. Pria bernama Brandon itu mengaku sudah memeluk Islam sejak 2014 dan kini gencar berdakwah di lingkungannya.
Sebelum menjadi mualaf, Brandon kerap membandingkan isi Alquran dengan kitab dari agama sebelumnya. Semakin lama mempelajari Quran, dia mendapat petunjuk dan meyakini Islam sebagai agama yang benar.
Hidayah itu akhirnya datang ketika Brandon memutuskan mengucapkan dua kalimat syahadat untuk menyempurnakan imannya. Sejak menjadi muslim pada tahun 2014, Brandon gencar berdakwah menyebarkan Islam kepada semua orang.
Salah satu lingkungan yang menjadi tujuannya berdakwah adalah keluarga. Brandon mulai memperkenalkan ajaran-ajaran Islam kepada sang nenek yang kala itu terbaring lemah di rumah sakit.

Tindakan berdakwah secara diam-diam terpaksa dilakukannya karena dia takut keluarganya akan kembali memaksa sang nenek masuk ke Kristen.
Awalnya Brandon membacakan ayat suci Alquran kepada neneknya. Kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa inggris. Kegiatan dakwanya diselingi dengan menceritakan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Tidak berselang lama, nenek Brandon yang sudah berusia 93 tahun itu akhirnya mengakui kebenaran Islam dan bersedia menjadi mualaf.
“ Saya bertanya apakah nenek ingin mengambil langkah awal untuk dapat jaminan masuk surga dan menjadi umat Nabi Muhammad dengan syahadat bersama saya,” katanya, dilansir dari Youtube Ayatuna Ambassador
Namun satu hal yang membuat Brandon tidak tenang adalah sampai sang nenek tutup usia ia belum sempat mengajarinya sholat.

Kondisi neneknya saat itu memang tidak memungkinkan untuk beribadah lantaran masih terbaring lemah di rumah sakit. Selain itu keluarganya masih terus berdatangan untuk melihat kondisinya.
Tepat dua pekan kepergian neneknya, pria itu bermimpi didatangi almarhumah untuk diajarkan sholat.

“ Subhannalah, dua pekan setelah ia wafat. Saya bermimpi sedang memasuki masjid itu tepat waktu sholat dan iqomah. Saya berjalan memasuki shaf, namun sekilas saya melihat seseorang di bagian belakang ruangan. Ia berambut putih dan di atas kursi, saya mengenali orang itu. Apa yang nenek lakukan di sini. Ia menjawab, Brandon kamu belum mengajari saya sholat,” katanya.
Dalam mimpinya itu ia mengajari neneknya sholat. Kini ia dapat tenang karena yakin Allah sudah mengampuni dosa neneknya selama ini dan menerimanya sebagai umat Islam.
Laporan: Nur Rahma
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya