Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream - Puluhan mayat yang ditutupi kain safron terlihat mengambang di sungai Gangga saat permukaan air naik selama awal musim hujan di India.
Puluhan mayat korban Covid-19 ini diperkirakan hanyut dari kuburan pasir dangkal di sepanjang tepi sungai yang berdekatan dengan tempat kremasi di Allahabad, di negara bagian Uttar Pradesh, India.
Pihak keluarga di Utara dan Timur India mengatakan mereka telah menguburkan anggota keluarganya di sepanjang sungai karena tidak mampu membayar biaya pemakaman. Diketahui biaya mengurus pemakaman bisa mencapai lebih dari Rp 1,3 juta saat puncak wabah Covid-19.

Terlihat juga beberapa tumpukan kayu pemakaman yang telah disiapkan di sepanjang tepi sungai untuk pemakaman mayat yang tersapu arus sungai.
Para pejabat setempat yakin jika terdapat 600 mayat terkubur di sepanjang sungai Gangga. Namun, warga masih khawatir akan lebih banyak lagi kuburan dangkal yang akan terbawa arus selama musim hujan beberapa minggu mendatang.
Polisi dan pejabat setempat pun terus melakukan pencarian mayat di sepanjang sungai.

Warga juga khawatir jika mayat-mayat tersebut dapat mencemari sungai Gangga. Sungai Gangga dianggap sebagai salah satu situs tersuci di India.
Para penziarah akan mandi menggunakan air dari sungai Gangga. Sementara jutaan umat Hindu akan mengkremasi orang yang mereka cintai di sepanjang tepian sungai Gangga.
(Sumber: dailystar.co.uk)

Dream - Pemerintah India membenarkan ratusan jenazah yang terdampar di tepi Sungai Gangga sebagai jasad korban Covid-19. Jasad itu terdampar di tepi sungai Gangga di Negara Bagian Uttar Pradesh.
Kejadian mengerikan itu langsung menimbulkan kegemparan karena Sungai Gangga dianggap sebagai tempat suci bagi sebagian besar masyarakat India.
" Pemerintah mendapat informasi bahwa jenazah yang meninggal akibat terpapar virus Covid-19 ataupun penyakit lainnya, dibuang ke sungai ketimbang dikubur dengan ritual semestinya," ujar pejabat senior Uttar Pradesh, Manoj Kumar Singh, dikutip dari SOuth China Morning Post, Senin 17 Mei 2021.
" Hasilnya, banyak ditemukan jenazah di penjuru sungai," lanjut Singh.
Seperti yang diketahui, Uttar Pradesh merupakan salah satu negara bagian di India yang paling parah terdampak Covid-19. Bahkan, ahli medis menegaskan banyak kasus yang tak terdeteksi di bagian pedesaan.
Dalam konferensi pers di kantor kepala distrik, Singh mengungkapkan beberapa alasan yang menyebabkan terjadinya pembuangan jenazah ke Sungai Gangga. Hal ini berkaitan dengan dana.
Singh mengatakan, kesulitan ekonomi menjadi salah satu penyebab masyarakat mempersiapkan material untuk kremasi yang menjadi kepercayaan religius di sejumlah komunitas. Tak hanya itu, ketakutan dikucilkan lantaran anggota keluarganya telah menjadi korban juga menjadi salah satu faktor.

Dengan adanya peristiwa mengerikan ini, Singh meminta para pejabat desa untuk memastikan tidak adanya lagi pembuangan jasad ke sungai. Ia juga menegaskan pemerintah akan memberikan bantuan keluarga miskin sekitar 5.000 rupee atau sekitar (Rp969 ribu) untuk kremasi jenazah korban Covid-19.
Kini pihak kepolisian juga dikabarkan telah memasang jaring di pinggir Sungai Gangga untuk mencegah warga membuang jenazah ke wilayah tersebut.
Sumber: South China Morning Post
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya