Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menag Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Kemenag)
Dream - Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, menyerahkan proses penyidikan kasus pembakaran bendera yang disebut lambang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh oknum anggota Banser di Garut, Jawa Barat, kepada polisi. Dia berharap kasus ini dapat diselesaikan secepatnya.
“ Jadi mari kita sama-sama mempercayakan kepada aparat kepolisian untuk dalam waktu yang secepatnya bisa mengungkap akar masalahnya, duduk perkaranya, lalu kemudian bagi mereka yang melakukan pelanggaran hukum, diberikan sanksi," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id, Kamis 25 Oktober 2018.
Lukman juga mengajak masyarakat untuk menahan diri dan berharap masalah ini tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Dia juga menyayangkan munculnya bendera HTI itu saat perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Lapangan Limbangan.
Terlepas apapun latar belakang dan faktor penyebabnya, kata dia, insiden itu telah menciderai Peringatan Hari Santri Nasional yang mengusung tema " Bersama Santri, Damailah Negeri" .
“ Jadi ini sangat mengusik kedamaian kita, sangat mengusik citra santri yang sebenarnya di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun senantiasa menebarkan kedamaian,” kata dia.
Menurut Lukman, insiden pembakaran bendera di ruang terbuka harus dihindari. Meskipun niatnya menjaga kesucian kalimat Tauhid. Lukman beralasan, tindakan pembakaran itu dapat disalahpahami dan memicu reaksi masyarakat.
“ Jadi kita mendapat pelajaran yang sangat berharga, dan saya sangat mengapresiasi mereka yang melakukan pembakaran itu telah menyampaikan permohonan maaf, sehingga mudah-mudahan persoalan ini bisa cepat selesai,” ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya