Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Berkembangnya pemahaman yang dinilai radikal menyebabkan kebingungan dalam masyarakat. Isi ceramah ustaz atau dai terkadang dirasa tidak sejalan dengan nilai-nilai toleransi.
Berawal dari kegelisahan itulah, Ketua Yayasan Majelis Ustadz Indonesia, Indra Tri Wibowo, menghadirkan laman dan aplikasi cari-ustadz.org. Selain memberi kemudahan akses pada ustaz yang berkualitas, laman ini menjadi sarana bagi alumni pondok pesantren yang tidak lagi memiliki ruang berdakwah.
" Di sekitar kita ada orang yang alim dan mengetahui bidang ilmu kegamaan tapi enggak ada ruang atau fasilitas untuk memulai kajian. Dari sini, saya ingin membuat wadah para ustaz agar bisa mengeksplorasi ilmu mereka," ucap Indra kepada Dream.co.id, Selasa, 24 Oktober 2017.
Indra mengatakan, laman ini sebenarnya ingin mengajarkan agar umat Islam memiliki target. Misalkan, dia mencontohkan, dalam satu bulan, seseorang dapat mengerti hukum haid dan nifas, atau ingin tahu fikih wudhu.

Selain itu, dia berharap kehadiran laman ini dapat mengajak umat Islam tidak larut dalam ingar-bingar informasi yang sedang viral di media sosial. " Orang harus punya guru, harus punya ustaz," ucap dia.
Di tengah tantangan ideologi intoleran, dia menjamin, ustaz yang memiliki pemikiran intoleran tidak akan masuk dalam platform ini. " Ustaz-ustaz yang yang ekstrem akan terpisah dengan sendirinya," ucap dia.
Secara resmi laman ini akan mulai dapat diakses pada 7 November 2017. Sementara itu, untuk aplikasi gawai bersistem operasi Android, mulai dapat dinikmati pada 23 November 2017.
Indra mengaku telah bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) untuk menjaring para ustaz. " Kami ingin menampilkan ustaz lokal yang belum dikenal publik," ucap Indra.
Selain laman cari-ustadz.org, ada pula laman ustadz.org. Laman ini diinisiasi oleh Anggota Dewan Pakar Pusat Studi Alquran (PSQ) Najeela Shihab.
Mengandalkan jaringan alumni dan pengajar PSQ, laman ini dihadirkan sebagai bentuk aplikasi dari pengkaderan lembaga pimpinan ulama Quraish Shihab.
Najeela mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang menanyakan mengenai ustaz-ustaz yang berparadigma moderat.
" Karena banyak pertanyaan itu kami bikin platform itu, ustadz.org untuk lebih memberi informasinya sejalan dengan moderasi Islam," ucap Najeela melalui sambungan telefon, Rabu 25 Oktober 2017.
Menurut Najeela, laman ustadz.org secara resmi diluncurkan pada Januari 2017. Saat ini laman dan aplikasi ini sedang menyiapkan kebutuhan data ustaz.

Meski belum secara resmi diluncurkan, laman ini sudah dapat diakses. Najeela mengaku banyak yang antusias menyambut munculnya inovasi ini.
Meski memiliki kesamaan ide antara cari-ustadz.org dan ustadz.org, Najeela berharap kedua laman ini dapat saling melengkapi di bidang dakwah Islam yang moderat.
" Pada prinsipnya, yang kita mau, keinginan masyarakat untuk belajar Islam itu tinggi," ucap Najeela.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya